Breaking News:

Virus Corona

Presiden Berikan Kelonggaran Setahun, Debt Collector Dilarang Menagih

Tidak perlu khawatir, pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran satu tahun

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Dalam kunjungannya Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah memberikan kelonggaran pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun.

Hal itu berlaku bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Presiden Joko Widodo mengatakan kelonggaran selama satu tahun itu juga berlaku bagi tukang ojek dan sopir taksi yang memiliki kredit kendaraan.

Kelonggaran kredit juga berlaku bagi nelayan yang kredit perahu.

"Tidak perlu khawatir, pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran satu tahun," kata Presiden dalam konferensi pers, Selasa (24/3/2020).

"Kepada pelaku UMKM, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) akan memberikan relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar, asal untuk tujuan usaha," ujar Presiden.

Selama pemberian kelonggaran tersebut Presiden melarang industri keuangan menagih kredit angsuran kepada nasabah.

Apalagi menggunakan jasa debt collector.

"Pihak perbankan dan industri keuangan nonbank dilarang mengejar-ngejar angsuran. Apalagi menggunakan jasa penagihan atau debt collecor, itu dilarang dan saya minta kepolisan mencatat hal ini," ucap Presiden.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dampak Corona: Presiden Larang Industri Keuangan Gunakan Jasa Debt Collector ,

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved