Breaking News:

Jawaban Peneliti tentang Covid-19 yang Hilang saat Musim Panas

MIT menerbitkan makalah para peneliti yang mengatakan sebagian besar kasus Covid-19 berkembang pesat

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona | Covid-19- Jumlah pasien positif dan meninggal karena Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Virus corona jenis baru ini menyerang saluran pernapasan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Penyebaran virus corona bisa melambat pada musim panas di belahan bumi utara.

Benarkah demikian?

Dikutip dari India Today, para dokter yang menangani wabah virus corona di seluruh dunia, menyarankan untuk tidak mempercayainya.

Apalagi tidak ada data pendukungnya.

Saran dari para dokter itu mendapat penguatan dengan epidemi virus corona lainnya, yaitu MERS, yang melanda Arab Saudi dan penyebarannya ke bagian lain di Timur Tengah.

Virus itu pertama kali dilaporkan pada September, ketika matahari sedang bersinar terang di Timur Tengah.

Tim peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat mempelajari lebih dalam penyebaran Covid-19.

MIT menerbitkan makalah para peneliti yang mengatakan sebagian besar kasus Covid-19 berkembang pesat di tempat dengan suhu rata-rata di bawah 18 derajat celcius.

"Kami berhipotesis jumlah kasus lebih rendah di negara tropis mungkin disebabkan tingkat kelembaban yang berbeda," kata peneliti MIT dalam makalah yang diterbitkan di bawah naungan J-Clinic.

Menurut para peneliti, saat musim panas, kemungkinan berkurangnya penyebaran karena faktor lingkungan akan terbatas di sebagian besar Eropa Utara, Amerika Serikat, dan Kanada.

Studi ini menunjukkan hubungan erat antara kondisi suhu dan kelembaban yang mempengaruhi penyebaran Covid-19 antara 22 Januari-21 Maret 2020.

Sebagian besar kasus infeksi Covid-19 dikembangkan di tempat-tempat dengan suhu kisaran 4-10 derajat celcius.

Setelah 10 Maret 2020, lonjakan kasus infeksi tercatat dalam suhu rata-rata di bawah 18 derajat celcius.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Akankah Covid-19 Hilang saat Musim Panas? Ini Penjelasn Peneliti, 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved