Breaking News:

Obat Antivirus Diuji ke 53 Pasien Covid-19, Bagaimana Hasilnya?

Pasien tanpa ventilator cenderung berada dalam kondisi lebih baik daripada mereka yang memakai ventilator

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Cegah virus corona 

TRIBUNBANTEN.COM - Banyak peneliti dari berbagai negara sedang mengembangkan obat untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Sebuah studi Gilead Science, beberapa waktu lalu, melaporkan hasil awal dari penggunaan obat antivirus, remdesivir, dalam merawat pasien yang terpapar virus corona.

Studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine tersebut mengevaluasi respons 53 pasien yang diberi remdesivir berdasarkan pemakaian suka rela.

Dari 53 pasien, 36 orang menunjukkan perbaikan klinis, delapan pasien kondisinya memburuk, dan tujuh orang di antaranya meninggal dunia.

Pasien tanpa ventilator cenderung berada dalam kondisi lebih baik daripada mereka yang memakai ventilator.

Pada penggunaan obat ini, semua pasien dalam kondisi serius dan memerlukan semacam dukungan oksigen, termasuk ventilasi mekanis.

Para pasien menerima obat dari pada 25 Januari - 7 Maret 2020.

Kondisi pasien diikuti selama 18 hari atau kurang. Sampel pasien diambil dari 53 rumah sakit di seluruh dunia. Antara lain 22 rumah sakit di AS, 22 di Eropa atau Kanada, dan sembilan di Jepang.

Lebih dari setengah pasien dalam penelitian ini mengalami efek samping dari obat, mulai dari ruam dan diare hingga cedera ginjal akut.

Para penulis penelitian mencatat, ada beberapa faktor menyulitkan untuk menafsirkan hasil penelitian, di antaranya adalah jumlah pasien yang sedikit, durasi tindak lanjut yang relatif singkat, dan kurangnya kelompok kontrol, di mana orang hanya menerima plasebo, bukan obat aktif.

Sejumlah penelitian berskala besar kini tengah berlangsung dan diharapkan dapat memberi bukti yang lebih pasti terkait manfaat dari remdesivir, dan kegunaannya dalam mengobati penyakit tertentu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Obat Antivirus Diuji untuk Pasien Covid-19, Apa Hasilnya?"

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved