Breaking News:

Virus Corona

PSBB Tangerang Raya hingga 3 Mei 2020, Pelanggar Bakal Kena Sanksi

pemerintah daerah di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, wajib melaksanakan PSBB sesuai dengan ketentuan

facebook Wahidin Halim
Gubernur Banten Wahidin Halim 

TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, mulai Sabtu (18/4/2020) hingga 3 Mei 2020.

Hal ini merupakan upaya tindak lanjut dari keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/249/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

"Menindaklanjuti keputusan itu, saya telah menerbitkan Pergub berikut SK Gubernur yang mengatur pemberlakuan PSBB di Tangerang Raya. Hal ini diharapkan agar penerapannya di ketiga wilayah tersebut dapat berjalan efektif," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, di Serang, Kamis (16/4/2020).

Penetapan PSBB tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Banten Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (CoviD-19) di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, tertanggal 15 April 2020 disusul dengan Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep. 140-Huk/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, dalam Rangka Upaya Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tertanggal 15 April 2020.

Wahidin menyatakan, pemerintah daerah di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, wajib melaksanakan PSBB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan secara konsisten.

Selain itu, juga mendorong serta menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat sekitar agar Penyebaran Covid-19, khususnya di Banten, dapat ditekan secara baik dan menyeluruh.

"PSBB ini mulai dilaksanakan dari 18 April sampai dengan 3 Mei 2020 dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19," ujar Wahidin.

Adapun Pergub Nomor 16 tahun 2020 bertujuan untuk membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dan/atau barang dalam menekan penyebaran Covid-19, meningkatkan antisipasi perkembangan ekskalasi penyebaran Covid-19, memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat Covid-19, serta menangani dampak sosial dan ekonomi dari penyebaran Covid- 19.

Ruang lingkup Peraturan Gubernur ini meliputi pelaksanaan PSBB; hak, kewajiban, serta pemenuhan kebutuhan dasar penduduk selama PSBB; sumber daya penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan sanksi pelanggar PSBB.

Menurut Wahidin, PSBB dilakukan dalam bentuk pembatasan aktivitas luar rumah yang dilakukan oleh setiap orang yang berdomisili dan/atau berkegiatan di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Selama pemberlakuan PSBB, setiap orang wajib melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memakai masker di luar rumah.

Untuk pembatasan aktivitas luar rumah dalam pelaksanaan PSBB di antaranya meliputi; pelaksanaan pembelajaran di Sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya; aktivitas bekerja di tempat kerja; kegiatan keagamaan di rumah ibadah; kegiatan di tempat atau fasilitas umum; kegiatan sosial dan budaya; dan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

"Untuk koordinasi, pengerahan sumber daya dan operasional pelaksanaan PSBB diatur oleh Bupati/Walikota. Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dimaksud akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ucap Wahidin Halim. (Tribuners/Martin Ronaldo)

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved