Breaking News:

Virus Corona di Banten

Anggaran Penanganan Covid-19 di Cilegon Capai Rp 29 Miliar, Kejari akan Awasi Ketat

nggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Cilegon mencapai sekitar Rp 29 Miliyar dan rawan penyelewengan

science news
Ilustrasi penderita Virus Corona sedang dibawa ke Rumah Sakit 

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon akan melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap refocusing anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Cilegon untuk penanganan Covid-19.

Seperti diketahui, anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Cilegon mencapai sekitar Rp 29 Miliyar.

Demikian dikatakan Kepala Kejari Kota Cilegon Andi Minarwaty.

“Untuk pengawasan sudah ada surat tertulis dari pak Wali Kota. Tapi sampai hari ini juklak dan juknisnya belum selesai, masih disusun. Jadi kita tunggu SOP-nya. Setelah itu baru kita susun tim untuk pendampingan, baik pendampingan melalui Datun, maupun pendampingan pengawasan dari Intel dan Pidsus," tegas Andi Minarwaty aat ditemui di sela-sela kesibukannya di Alun-alun Cilegon, Sabtu, (18/4).

Andi Minarwaty mengungkapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Cilegon cukup besar.

Sehingga dikhawatirkan bisa terjadi penyelewengan terhadap dana yang jumlahnya cukup besar seperti pada anggaran lain yang bermasalah.

Keluh Kesah Mahasiswa Untirta Kuliah Online:  Kurang Efektif hingga Subsidi Internet Tidak Cukup

“Pasti kerawanan penyelewengannya juga cukup besar. Sebenarnya yang kita pikirkan sekarang bagaimana ini supaya tepat sasaran, dan dari hulu ke hilir tidak ada kebocoran di sana sini, itu yang kita jaga semaksimal mungkin, ini adalah kerjaan berat buat kita semua, baik dari Kejari maupun Pemkot." tegas Andi Minarwaty.

Menurut Andi Minarwaty, dalam hal pengadaan barang itu sudah pasti kelihatan barangnya.

Kerawanan penyelewenangan ada pada bantuan langsung non fisik.

"Yang agak susah ini adalah memastikan yang tiba ke masyarakat berupa bantuan langsung itu benar-benar tepat sasaran, itu yang sangat konsen, konsen kita di situ.” papar Andi Minarawaty.

Perhatian! Mulai Hari Ini Ponsel dengan IMEI Tidak Terdaftar akan Diblokir, Berikut Cara Cek IMEI

Sebab itu pihaknya meminta kepada OPD di Kota Cilegon agar berlaku jujur dalam melakukan pergeseran anggaran dan serapannya.

“Kami dari Kejaksaan dengan SDM yang kurang ini tentu yang paling kita harapkan OPD bisa bekerja dengan baik dengan transparan.” katanya. (Tribuners/ Martin Ronaldo)

Editor: Yulis Banten
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved