Breaking News:

Virus Corona di Banten

Ombudsman Banten Telusuri Biaya Ambulans Korban Covid-19 Sebesar Rp 15 Juta,Keluarga Beri Penjelasan

Ombudsman RI perwakilan Banten kini tengah menelusuri kabar tentang tarif ambulans untuk mengangkut jenazah korban corona COVID-19 bertarif Rp 15 juta

Penulis: Yulis Banten | Editor: Yulis Banten
kompas.com
Ilustrasi pemakaman korban Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM , BANTEN - Ombudsman RI perwakilan Banten kini tengah menelusuri kabar tentang tarif ambulans untuk mengangkut jenazah korban corona COVID-19 bertarif Rp 15 juta.

Penelusuran dilakukan setelah ramai di media sosial tentang gambar kuitansi pembayaran ambulans Rp 15 juta.

Kabar tersebut juga sudah menjadi pemberitaan di  media cetak dan elektronik.

Pada gambar tersebut tertulis harga Rp 15.000.000 untuk pembayaran pemulasaran jenazah dari RS BA dan menggunakan peti jenazah beserta tim COVID-19.

Tujuan pemakaman yakni makam tanah 100 Ciledug, Kota Tangerang.

Gara-gara Corona, Harga Rumah di Banten Turun Drastis Hampir 50 Persen

Dalam gambar tersebut tertulis nominal Rp 15.000.000 untuk pembayaran pemulasaran jenazah dari RS BA dan menggunakan peti jenazah beserta tim Covid-19 tujuan Makam Tanah 100 Ciledug, Kota Tangerang.

Kepala Ombudsman Banten Dedy Irsan mengatakan, harusnya untuk pemulasaran dan pemakaman korban Covid-19 tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Karena hal tersebut merupakan bencana nasional non-alam yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat dan telah diinstruksikan hingga ke Pemerintah Daerah kabupaten dan kota.

Semua biaya terkait Covid-19 akan ditanggung pemerintah.

Kwitansi biaya pemakaman Covid-19 sebesar Rp 15 juta
Kwitansi biaya pemakaman Covid-19 sebesar Rp 15 juta (Twitter @Cobeh09)

Kata Dedy, Ombudsman Banten akan meminta keterangan kepada beberapa pihak terkait yaitu pihak Tangerang Ambulance Service dan juga RS Bhakti Asih.

"Kita ingin tahu persoalan sebenarnya seperti apa hingga terjadi keluarga pasien menggunakan jasa ambulan swasta untuk penanganan korban Covid-19," kata Dedy Irsan melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Banten.com, Senin (20/4/2020).

Selain itu, Ombudsman Banten juga akan meminta keterangan dari Pemerintah Kota Tangerang terkait kontrol yang dilakukan terhadap RS yang sudah dijadikan RS rujukan Covid-19 di Kota Tangerang.

Dikatakannya, di setiap daerah Kabupaten/Kota sudah dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Seharusnya menurut Dedy, Pemerintah Kota memiliki kendali terkait penanganan Covid-19 ini.

PSBB di Tangsel Selama Tiga Hari, Berikut Pelanggaran yang Paling Banyak Ditemukan

"Koordinasinya seperti apa dengan RS Rujukan lainnya, data-data terkait pasien yang PDP dan positif Covid-19 kan harusnya di bawah kontrol Pemerintah Kota selaku Gugus Tugas, baik yang di rawat di RSUD maupun RS swasta yang menjadi RS Rujukan Covid-19," kata dia.

"Ini kan namanya Pemko Tangerang kecolongan hingga ada pasien korban Covid-19 yang akhirnya meninggal dan ternyata keluarga korban mengeluarkan uang sejumlah Rp15 juta untuk biaya pemulasaran jenazahnya," tambah Dedy.

Kisah Perawat Pasien Corona, Sebulan Tak Pulang ke Rumah hingga Anaknya Dijauhi Teman

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved