Breaking News:

Virus Corona

Pasien Covid-19 Meninggal Paling Banyak Usia 41-60 Tahun dan Ada Penyakit Penyerta Ini

Faktor usia komorbid (penyakit penyerta,-red) itu yang menyebabkan angka kematian masih tinggi.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Abdul Qodir
kompas.com
Ilustrasi pemakaman korban Covid-19 

Selain provinsi-provinsi di atas, provinsi lainnya belum terdapat kasus pasien Covid-19 yang meninggal.

Yurianto juga mengumumkan jumlah pasien corona yang sembuh per Senin (27/4/2020) sebanyak 1151 orang atau bertambah 44 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Kasus positif corona, sembuh dan meninggal yang tercatat oleh Kementerian Kesehatan tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 75.157 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 46 laboratorium. Sebanyak 59.509 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 9.096 positif dan 50.313 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 210.199 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 19.987 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 288 kabupaten/kota di Tanah Air.

Cegah virus corona
Cegah virus corona (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Tetap di Rumah, Waspada Orang Tanpa Gejala

Sebelumnya, pemerintah juga meminta masyarakat melaksanakan sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk penyebaran Covid-19 dari OTG)'>Orang Tanpa Gejala ( OTG).

Menurut pemerintah, cara efektif untuk memutus mata rantai Covid-19 adalah dengan tetap berada di rumah.

Pentingnya tetap berada di rumah karena setiap orang tidak pernah tahu siapa orang di luar.

Yurianto menuturkan banyak sekali orang tanpa gangguan atau gejala membawa virus penyebab Covid-19 di dalam tubuhnya. Mereka sama sekali tidak memiliki keluhan sakit atau mungkin keluhannya hanya bersifat sangat ringan sehingga menganggap diri tidak sakit.

Karena ketidakmampuan diri dalam mengenali orang-orang tanpa gejala secara kasat mata atau dengan mata biasa maka lebih baik tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi Covid-19.

"Kita tidak bisa membedakan orang-orang seperti ini dengan mata biasa. Oleh karena itu, jangan bepergian, jangan mudik," kata Yurianto.

Dengan diam di rumah, menjaga jarak, menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah, tidak bepergian, dan tidak mudik, setidaknya upaya ini dapat melindungi diri agar tidak tertular Covid-19 atau menularkan penyakit itu ke orang lain.

"Kita harus memastikan kita tidak tertular atau malah mungkin kita yang menjadi sumber kita tidak menularkan ke orang lain," tuturnya.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah tetap tinggal di rumah, mengenakan masker dan mencuci tangan sesering mungkin, menghindari bepergian dan berkumpul, dan tidak mudik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved