Breaking News:

Pedagang Pasar Lama Mengadu ada Pungli, Satpol PP: Foto Orangnya, Jangan Takut

Saepul pun menegaskan kepada para pedagang agar tidak percaya dengan apa yang disampaikan oknum tersebut

Dok Tribun Jateng
ilustrasi pungli 

TRIBUNBANTEN.COM - Satpol PP Kota Serang melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima di Pasar Lama, Rabu (29/4/2020).

Penertiban itu dilakukan agar para pedagang tidak memakan badan jalan saat berjualan.

Di saat penertiban, seorang pedagang menghampiri Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kota Serang Saepul Anwar.

Pedagang itu mengadu kepada Satpol PP, bahwa mereka sering ditarik pungutan berbentuk retribusi oleh oknum yang mengatasnamakan instansi pemerintahan.

Biasanya, mereka hanya membayar retribusi Rp 4.000 untuk kebersihan dan pasar.

Namun, setelah adanya oknum tersebut, pengeluaran mereka melonjak dua hingga tiga kali lipat.

Saepul pun menegaskan kepada para pedagang agar tidak percaya dengan apa yang disampaikan oknum tersebut.

Sebab, yang berhak menarik retribusi dari pedagang di pasar adalah Disperdaginkop UKM dan DLH.

“Kami kalau meminta salar pasti langsung dipecat. Ibu dan bapak jangan langsung percaya kalau ada yang mengatasnamakan Satpol PP. Nanti kalau diminta lagi, foto orangnya. Jangan takut,” kata Saepul.

Kepala Satpol PP Kota Serang, Kusna Ramdani, mengatakan bahwa pihaknya baru saja mendapatkan laporan terkait retribusi ilegal tersebut.

“Nanti kami akan tindak lanjuti, siapa oknum ini, sebagai apa mereka sampai minta salar di luar ketentuan,” ucap Kusna.

Kepala Disperdaginkop UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono, mengatakan bahwa pihaknya memang menarik retribusi pasar ke para pedagang yang ada di Pasar Lama.

"Iyah kami menarik salar atau retribusi kepada pedagang. Nominalnya itu Rp 2.000 sesuai aturan yang berlaku. Hanya kami mintanya sekali dalam sehari, tidak berkali-kali,” kata Yoyo.

Yoyo menegaskan bahwa petugas penarik retribusi dari pihaknya selalu menggunakan tanda pengenal pada pakaiannya, untuk menunjukkan bahwa mereka adalah penarik retribusi yang legal.

“Bukan baju dinas sih, cuma ada pakaian yang bertanda pengenal. Tulisannya Disperdaginkop. Saya kira para pedagang juga tahu lah, karena mantri pasar kan sudah setiap hari bergerak.” ujarnya. (tribuners/martin ronaldo)

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved