Breaking News:

Virus Corona

Duh, Ketua RT di Tangerang Sunat Dana Bansos Corona, Dikembalikan Setelah Ketahuan

Dan oknum ketua RT tersebut telah mengembalikan dana itu kepada para warga yang ia minta sebelumnya.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Abdul Qodir
Tribun Jateng
Ilustrasi pungli 

Modus yang dipakai oknum ketua RT tersebut, yakni dengan mendatangi satu per satu rumah warga penerima dana bansos tersebut begitu pegawai pos pengantar dana bansos pergi dari wilayahnya.

Alibi yang dipakai oknum ketua RT itu adalah untuk uang rokok dan uang jasa RT.

Selain itu, oknum ketua RT tersebut juga mengancam warga penerima dana bansos itu tidak akan dapat menerima dana bansos tahap selanjutnya jika menolak permintaannya.

Tak puas minta jatah di RT wilayahnya, oknum ketua RT itu juga berkeliling melancarkan aksi serupa di RT sebelah wilayahnya.

Diketahui, ketua RT menjadi orang pertama yang mendata dan mengajukan nama-nama warga penerima dana bansos dari sejumlah program bansos pemerintah daerah.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (Martin Ronaldo/Tribunners)

Bupati Minta Ketua RT Nakal Diproses Hukum

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengimbau kepada para ketua RT untuk tidak melakukan pemotongan dana bansos warga miskin terdampak Covid-19, baik yang berasal dari Kemensos, Pemprov Banten maupun Pemkab Tangerang.

Ia meminta warga yang menjadi korban untuk berani membuat laporan ke polisi jika kembali terjadi ketua RT maupun aparatur pemerintah daerah yang memotong dana bansos apapun

“Masalah di Desa Talok cukup menjadi pelajaran. Tapi, bila terjadi kembali, warga harus melaporkan ke aparat kepolisian," ujar Ahmed Zaki Iskandar. (tangerang.co.id)

Ketua RT Dicaci-Maki Warga Soal Duit Corona Rp600 Ribu, Begini Respons Bupati Tangerang

Ilustrasi dana bansos tunai
Ilustrasi dana bansos tunai (Wartakotalive.com)

Demi Warga yang Tidak Dapat Juga Salah

Selain di Kabupaten Tangerang, pada 20 April 2020 lalu juga sempat geger adanya ketua RT di Kelurahan Mampang, Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, yang memotong dana bansos warga miskin terdampak Covid-19.

Ketua RT tersebut memotong Rp25 ribu dari Rp250 ribu total dana bansos yang diterima warganya.

Dia mempunyai alasan mengapa sampai memotong duit corona dari warga di wilayahnya.

Ia menjelaskan dirinya mengajukan 100 KK sebagai penerima dana bansos tersebut ke pihak kelurahan. Namun, dana yang turun ke warga hanya untuk 39 KK.

Ia berinisiatif memotong dana Rp25 ribu dari Rp250 ribu yang diterima oleh masing-masing 39 KK itu untuk selanjutnya dibagikan secara merata kepada warga yang tidak mendapatkan.

Kepolisian setempat sempat turun ke lapangan untuk menyelidiki kejadian tersebut.

Namun, akhirnya masalah tersebut diselesaikan secara musyawarah.

Ketua RT itu mengakui cara yang dipakainya itu tidak sesuai prosedur dan salah.

Akhirnya, ia mengembalikan potongan dana bansos itu ke warga yang ia potong dananya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved