Breaking News:

Perjuangan Dokter Menangani Kasus Covid-19 di Tangsel

Memang saya berpikiran saya merawat orang ODP dan PDP tapi secara perkembangan kebutuhan sosial juga kuat

Dok Dinas Infokom Provinsi Banten
Pemprov Banten menggelar tes cepat massal di lima wilayah, Kamis, 23 April 2020. Hasilnya 11 orang dinyatakan reaktif atau diduga positif Covid-19. 

TRIBUNBANTEN.COM - Di tengah wabah virus corona, tenaga medis yang menangani kasus Covid-19 mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, bahkan nyawa sekalipun.

Bukan saja dokter yang ada di rumah sakit rujukan pemerintah, melainkan juga di Rumah Lawan Covid-19 kawasan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.

dr Sardono, misalnya. Dia harus berjuang di tengah kekhawatiran, seolah tak takut terpapar Covid-19.

Lebih dari 10 hari Sardono telah bertugas di tempat yang dibuat Pemkot Tangsel untuk mengarantina kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) ringan.

"Sebelum bertugas, saya sudah meyakinkan mereka (anak dan istri). Minta pengertian. Saya jelaskan jika standar SOP itu tinggi dan kuat, jadi saya yakinkan (mereka) kenapa harus takut," kata Sardono saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/5/2020).

Meski menggunakan alat pelindung diri (APD) yang rapat menutup tubuh saat berinteraksi dengan pasien kasus Covid-19, tak dapat mengusir rasa takut.

Sesekali Sardono mengaku khawatir akan tertular penyakit Covid-19.

Namun, Sardono kembali tenangkan pikiran yang juga ia nilai menjadi energi membentengi tubuh.

"Memang saya berpikiran saya merawat orang ODP dan PDP tapi secara perkembangan kebutuhan sosial juga kuat. Tidak ada gejala tapi positif gimana? Tapi kembali, harus tenang dan terpenting sesuai SOP," katanya.

Di tengah kekhawatiran, dalam bertugas Sardono juga harus memutar otak guna meyakinkan para pasien yang diputuskan menjalani karantina.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved