Breaking News:

Jika Membandel, PD Pasar Kota Tangerang Melarang Pedagang Pasar Anyar Berjualan

PSBB tahap kedua ini, waktunya kami menindak tegas, jika ada pedagang yang membandel dan kami telah beri teguran

Warta Kota/Andika Panduwinata
ilustrasi Pasar Anyar, Kota Tangerang 

TRIBUNBANTEN.COM - Untuk menjaga penerapan physical distancing, Pemkot Tangerang membuat garis kota-kotak di jalanan Pasar Anyar.

Kota-kotak itu berfungsi untuk membatasi jarak antar-pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan.

Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang Titin Mulyati mengatakan sebanyak 68 lapak PKL diatur jaraknya masing-masing berjarak 180 sentimeter.

"Kalau physical distancing ini kami baru terapkan di Pasar Anyar, tapi untuk bilik atau tirai plastik sudah kami pasang di pasar-pasar supaya pedagang tidak kontak langsung dengan pembeli," kata Titin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2020).

Tak hanya membatasi jarak antar sesama pedagang, garis ini juga menjaga jarak interaksi antara penjual dan pembeli.

Titin mengatakan, pengawasan physical distancing di Pasar Anyar akan terus dilakukan selama wabah Covid-19 belum terselesaikan.

PD Pasar Kota Tangerang akan menindak tegas pembeli atau pedagang yang tidak mematuhi aturan yang yang berlaku saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"PSBB tahap kedua ini, waktunya kami menindak tegas, jika ada pedagang yang membandel dan kami telah beri teguran namun tetap membandel, langkah tegas yang kami ambil ya tidak boleh berdagang," ujar Titin.

Selain itu, PD Pasar Kota Tangerang juga telah memberikan 1.500 sarung tangan untuk para pedagang.

Berdasarkan data yang masuk hingga Jumat (8/5/2020) pukul 12.00 WIB, diketahui ada penambahan 336 pasien Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total ada 13.112 pasien Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pedagang Kaki Lima di Pasar Anyar Tangerang Berdagang dalam Garis Kotak"

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved