Breaking News:

Warga Taktakan Kaget, Ruko yang Disewa WN Asing Jadi Gudang Sabu-sabu Ratusan Kilogram

Sabu-sabu itu disimpan di sebuah rumah toko (ruko) di Kepandean Got, Taktakan, Kota Serang

tribuner/martin ronaldo
Seorang polisi berdiri di dekat barang bukti di sela konferensi pers pengungkapan penyelundupan sabu-sabu seberat 821 kilogram di Taktakan, Kota Serang, Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Tim Satuan Tugas Khusus Direktorat Narkoba Bareskrim Polri membongkar upaya penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 821 kilogram di Jalan Raya Takari Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.

Upaya penyelundupan itu dilakukan BA, warga Pakistan, dan AS, warga Yaman.

Sabu-sabu itu disimpan di sebuah rumah toko (ruko) di Kepandean Got, Taktakan, Kota Serang.

Hadi, warga sekitar ruko yang disewa BA dan AS, tidak mengetahui ruko itu sebagai tempat penyimpanan sabu-sabu.

Dia mengaku kaget ketika tahu penggerebekan yang dilakukan polisi.

"Kaget sih, masalahnya deket banget jaraknya, " ucap Hadi, Sabtu (23/5/2020).

Ruko itu disewa BA dan AS menjelang Ramadan.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan keduanya sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Mereka tinggal di sebuah apartemen di Surabaya.

“Keseharian mereka adalah sebagai pedagang rempah,” ujar Listyo Sigit saat konferensi pers di Jalan Raya Takari, Kota Serang, Sabtu (23/5/2020).

Menurut dia, Bareskrim Polri telah membidik kedua tersangka yang merupakan jaringan pengedar sabu-sabu internasional, setelah adanya pengungkapan kasus yang sama di Jakarta, empat bulan lalu.

BA dan AS diancam Pasal 132 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 114 UU Narkotika.

Ancaman maksimalnya adalah hukuman mati. (tribuners/martin ronaldo)

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved