Breaking News:

Polres Serang Kota Gagalkan Penjualan Obat Berbahaya di Toko Kosmetik

Ratusan obat berbahaya diamankan Polri dari seorang pria berinisial M (23) warga asal Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh.

Tribuners/Martin Ronaldo
SatresNarkoba Polres Serang Kota berhasil gagalkan peredaran 1000 obat berbahaya di salah satu toko kosmetik 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ratusan obat berbahaya diamankan Polri dari seorang pria berinisial M (23) warga asal Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh.

Pria tersebut ditangkap Satnarkoba Polres Serang Kota di sebuah ruko berjualan kosmetik.

Pelaku diamankan dengan barang bukti berupa 857 butir obat berbahaya jenis Tramadol dan Heximer, serta uang hasil penjualan sebesar Rp 65.000 pada Selasa, (26/5/2020).

"Sebanyak 857 butir obat terlarang dan uang hasil penjualan sebesar Rp.65.000 berhasil kita amankan dari tempat tersangka," kata Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, di Serang, Rabu (27/5/2020) di ruang kerjanya.

Pengungkapan kasus peredaran obat berbahaya ini bermula dari informasi masyarakat.

Nekat Berenang di Laut Saat Pandemi Corona, 2 Orang Sempat Terseret Ombak di Pantai Anyer

Berbekal laporan tersebut, personel Satresnarkoba Polres Serang Kota dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana.
"Pada penggeledahan di toko kosmetik tersebut didapat hampir 1000 butir obat terlarang, dengan rincian 288 pil warna kuning berlogo MF. 569 butir tramadol. Serta uang hasil penjualan sebesar Rp 65.000," ujarnya.

Lebih lanjut AKBP Yunus menjelaskan, tersangka menjelaskan, obat tersebut milik tersangka

Untuk mendapatkan pil-pil tersebut dengan cara membeli dari seorang pria berinisial A (DPO) di daerah Kota Serang.

Kemudian tersangka kembali mengedarkan obat terlarang karena ingin mendapatkan keuntungan.

Sobari Menderita Penyakit Kulit di Sekujur Tubuhnya Seperti Terbakar, Ia Tak Mampu Berobat

"Atas perbuatannya tersebut tersangka kita jerat dengan pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, dan pasal 197 UU Kesehatan no 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya. (Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Yulis Banten
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved