Breaking News:

Kemendikbud: 13 Juli Dimulainya Tahun Ajaran Baru, Bukan Siswa Kembali Belajar di Sekolah

“Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka."

TribunnewsWiki.com
ILUSTRASI aturan baru di sekolah, di tengah wabah virus corona ---- Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud meluruskan kesalahan persepsi yang muncul di masyarakat menyusul dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020 mendatang.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad menjelaskan, pada 13 Juli 2020 tersebut merupakan dimulainya Tahun Ajaran baru 2020/2021, bukan berarti dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM atau kembalinya siswa-guru ke sekolah.

Demikian disampaikan Plt Dirjen PAUD Dasmen Kemendikbud Hamid Muhammad dalam telekonferensi sebagaimana keterangan pers diterima Tribunbanten.com, Jumat (29/5/2020).

Dengan mulainya Tahun Ajaran baru 2020/2021, maka diawali proses Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020.

Namun, karena masih berlangsung pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, maka metode kegiatan belajar mengajar antara siswa dan guru masih menunggu perkembangan kondisi masing-masing daerah.

“Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing,” ujar Hamid.

Siap-siap Sekolah Lagi di Era New Normal: Satu Meja Satu Siswa, Kelas Bertambah

 

 

Lebih lanjut, Hamid mengatakan kalender pendidikan Indonesia dimulai pada minggu ketiga bulan Juli dan berakhir pada akhir bulan Juni tahun berikutnya.

Jawaban Kemendikbud ini sekaligus menolak usulan memundurkan tahun ajaran baru 2020/2021 hingga Januari 2021.

Kalender pendidikan berfungsi sebagai kerangka acuan kerja bagi seluruh unit pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

"Dengan dimulainya PPDB ini sebenarnya sudah jelas bahwa kami tidak memundurkan kalender pendidikan ke bulan Januari. Kenapa tidak memundurkan? Karena kalau memundurkan maka akan ada konsekuensi yang harus kita sinkronkan,” ungkap Hamid.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved