Breaking News:

BREAKING NEWS: Buronan Kakap Nurhadi Berhasil Ditangkap KPK

Nurhadi bersama menantu yang buron sejak 13 Februari 2020, ditangkap KPK saat bersembunyi di sebuah rumah di Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) malam.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi meninggalkan gedung KPK usai memenuhi panggilan di Jakarta, Selasa (24/5/2016). Nurhadi diperiksa sebagai saksi terkait pengusutan kasus dugaan suap pendaftaran Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

TRIBUNBANTEN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap buronan kakap kasus suap dan gratifikasi Rp46 miliar, eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantu, Rezky Herbiyono.

Nurhadi bersama menantu yang buron sejak 13 Februari 2020, ditangkap tim KPK saat bersembunyi di sebuah rumah di Jakarta Selatan pada Senin (1/6/2020) malam.

“Lokasi (penangkapan) pada sebuah rumah di bilangan Jaksel (Jakarta Selatan)," ungkap Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat dimintai konfirmasi, Selasa (2/6/2020) dini hari.

Presiden Donald Trump Sempat Diungsikan ke Bungker Selama Satu Jam

 

 

 

Nawawi mengakui dirinya bersama pimpinan KPK lainnya sempat mengikuti rapat singkat bersama tim penyidik beberapa jam sebelum dilaksanakannya operasi penangakapan Nurhadi dan menantu, di Gedung KPK.

Namun, ia belum bisa menjelaskan lebih rinci tentang lokasi dan kronologi penangkapan kedua buronan kakapnya itu.

“Tadi usai Magrib, saya diminta teman-teman satgas penyidik untuk ke kantor, berdiskusi rencana penangkapan,” ujarnya.

Pelaku Bakar Mobil Patroli, Kemudian Menyerang Polisi yang Sedang Piket

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi usai memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan Terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1/2019).
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi usai memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan Terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1/2019). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

 

KPK akan menggelar konferensi pers tentang penangkapan Nurhadi dan menantu di Gedung KPK, Jakarta pada Selasa, hari ini.

Nawawi menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tim penyidik dan unit terkait yang terus bekerja selama beberapa bulan terakhir hingga akhirnya Nurhadi dan menantu berhasil ditangkap.

KPK pada 6 Desember 2020 atau semasa kepemimpinan Agus Rahardjo dkk, menetapkan mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto, sebagai tersangka.

Nurhadi Cs diduga terlibat praktik suap dan gratifikasi dengan nilai mencapai Rp46 miliar terkait pengurusan pemulusan tiga perkara di MA selama menjabat 2011-2016.

Update Corona: 15 Provinsi Laporkan Nihil Kasus Baru, Berikut Sebaran Covid-19 di 34 Provinsi

Kolase mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (kiri) dan vila mewah di kawasan Puncak Bogor Jawa Barat, yang diduga miliknya (kanan). Nurhadi bersama menantu dan pengusaha ditetapkan tersangka dan buron oleh KPK atas kasus suap dan gratifikasi Rp 46 miliar.
Kolase mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (kiri) dan vila mewah di kawasan Puncak Bogor Jawa Barat, yang diduga miliknya (kanan). Nurhadi bersama menantu dan pengusaha ditetapkan tersangka dan buron oleh KPK atas kasus suap dan gratifikasi Rp 46 miliar. (Tribunnews.com)
Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved