Breaking News:

Virus Corona di Banten

Tukang Opang di Banten Sudah 'Ampun-ampun'

Setelah bertahan atas persaingan dengan ojek online atau ojol, kini tukang opang harus susah-payah mengais rezeki di tengah pandemi corona.

Tribuners/Martin Ronaldo
Pengemudi ojek pangkalan sedang menunggu penumpang. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pandemi Covid-19 di Indonesia yang berlangsung tiga bulan terakhir berdampak ke seluruh lini ekonomi masyarakat, termasuk pengemudi atau tukang ojek pangkalan alias opang.

Seperti dirasakan sejumlah tukang ojek pangkalan di sekitar Terminal Pakupatan, Kota Serang, Banten.

Setelah bertahan atas persaingan dengan ojek online atau ojol, kini tukang opang harus susah-payah mengais rezeki di tengah pandemi corona.

Mereka mengaku bisa membawa pulang pendapatan Rp100.000 hingga Rp120.000 dalam sehari menarik di kawasan Terminal Pakupatan, sebelum pandemi corona.

Namun, kini mereka berusaha bersyukur meski hanya mengantongi Rp20.000 dalam sehari.

"Untuk sekarang ini, paling bawa pulang ke rumah itu Rp20.000 per hari," ujar Nurohman, seorang tukang ojek pangkalan saat ditemui di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Banten, Senin, (1/6/2020) malam.

Nurohman mengatakan, ia dan rekan seprofesinya mengalami penurunan pendapatan hingga 90 persen sejak pandemi Covid-19, khususnya setelah pemerintah menerapkan sejumlah peraturan pembatasan aktivitas warga di luar rumah dan menjaga jarak untuk pencegahan penyebaran virus corona.

"Kalau dibilang terdampak, ya pastinya sangat terdampak. Coba bayangin aja, kami yang biasanya bawa pulang Rp100 sampai Rp120 ribu sebelum Covid-19, sekarang kita bawa pulang Rp20 ribu aja udah Alhamdulillah," ucap Nurohman.

"Tapi, balik lagi Rp20 ribu untuk menghidupkan istri dan dua anak itu sangat berat mas," imbuhnya.

Rekan Nurohman, Maman, mengakui menerima nasib serupa.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved