Breaking News:

Pilkada Serentak

Akademisi Usulkan Pilkada Diundur Tahun 2021, Alasannya dari Kesehatan hingga Partisipasi Pemilih

Pilkada di beberapa daerah tahun ini akan sangat berbeda Terutama dari segi aspek kesehatandan tingkat partisipasi pemilih

net
Ilustrasi Pilkada Serentak 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pengamat politik sekaligus akademisi Untirta Abdul Hamid mengatakan Pilkada di beberapa daerah tahun ini akan sangat berbeda dengan Pilkada sebelumnya.

Terutama dari segi aspek kesehatan karena Pilkada digelar saat Pandemi Covid-19 hingga tingkat partisipasi pemilih.

Jika Pilkada tetap dipaksakan tahun ini, bisa beresiko menambah penularan Covid-19.

"Jika dipaksakan, akan menambah resiko paparan covid-19 di daerah2 yang menjalani Pilkada. Sekarang saja komisioner Bawaslu kena covid-19 gara-gara koordinasi di daerah," jelas Abdul Hamid saat di hubungi oleh Tribunbanten.Com.

Hamid juga pada saat kondisi normal saja, aspek kesehatan dan keselamatan penyelenggara di lapangan kurang diperhatikan.

Putri KH Maruf Amin Vs Keponakan Prabowo akan Bertarung di Pilkada Tangsel, Ini Profilenya

Apalagi saat pandemi yang resiko penularan Covid-19 sangat tinggi.

Abdul Hamid mengingatkan, pada Pemilu legislatif yang digabung Pilpres tahun 2018 lalu, banyak korban meninggal khususnya penyelenggara di tingkat KPPS.

Hal ini bisa terjadi lagi jika aspek kesehatan tidak disesuaikan.

"Pastinya juga akan lebih mahal dan tidak menutup kemungkinan partisipasi masyarakat juga pastinya akan menurun," jelas nya.

Abdul Hamid menyarankan, Pilkada tahun ini dapat digeser ke tahun 2021 atau kondisi benar-benar pulih dari ancaman Covid-19,

Halaman
123
Berita Populer
Editor: Yulis Banten
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved