Breaking News:

Virus Corona di Banten

Tokoh Agama di Serang Positif Corona Meninggal Dunia, Ribuan Orang Hadiri Pemakaman

Jika ada di antara ribuan warga yang menghadiri pemakaman jenazah AM tertular Covid-19, maka akan dilakukan rapid test massal di wilayah itu.

WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan lahan pemakaman seluas 3.000 meter untuk korban Covid-19, di TPU Desa Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya. 

TRIBUNBANTEN.COM, - Kasus Covid-19 di Kota Serang, Banten, bertambah dua orang. Seorang di antaranya merupakan tokoh agama meninggal dunia.

"Jadi, AM merupakan salah satu ulama besar di Banten. Sudah disalati di RS Sari Asih dengan menggunakan protokol kesehatan oleh keluarga almarhum, lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD)," ujar Juru bicara Gugua Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas, melalui sambungan telepon, Jumat (12/6/2020).

AM (52), tokoh agama sekaligus pimpinan pondok pesantren di Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, meninggal dunia pada Jumat (12/6/2020) dini hari, setelah menjalani perawatan di RS Sari Asih Kota Serang.

AM yang semula didiagnosa suspect bronchopneumia telah menjalani tes swab pada 11 Juni 2020 dan hasilnya menunjukkan positif Covid-19.

"Jadi awal masuk memang sudah dilakukan rapid test. Hasilnya non reaktif. Pada 11 Juni melakukan rapid test, 12 Juni keluar hasilnya positif Covid-19. Tanggal yang sama beliau meninggal dunia," terangnya.

Hari menyatakan semula petugas hendak melakukan proses pemakaman jenazah AM dengan protokol kesehatan penanganan jenazah Covid-19, tanpa dihadiri warga.

Aparat kepolisian juga dikerahkan untuk membantu mengamankan prosesi pemakaman tersebut.

Namun, justru warga yang datang dan mengiringi jenazah hingga prosesi pemakaman sangat banyak, yakni mecapai ribuan orang.

"Pemakamannya memang menggunakan protokol kesehatan. Kami sudah sampaikan juga kepada pihak keamanan yaitu polres, almarhum AM memang sudah terkonfirmasi positif. Mohon dijaga protokol kesehatannya," ujarnya.

"Namun, memang karena ini merupakan ulama besar, jadi masyarakat tetap ingin menghadiri dengan pengawalan ketat dari Polres Serang Kota," sambungnya.

Salah Bisa Fatal, Ini Protokol Lengkap Penanganan dan Pemakaman Jenazah Covid-19 yang Benar

Jenazah PDP Diambil Paksa Sambil Bawa Sajam, 100 Orang Langsung jadi ODP

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved