Breaking News:

Virus Corona

Lebih 400 Pedagang Positif Corona, Ini Tips Belanja Aman di Pasar Tradisional

Orang dengan gangguan pernafasan, seperti batuk dan flu dianjurkan tidak masuk ke pasar.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Abdul Qodir
Dok. BNPB
Tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (11/6/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pasar tradisional kimi menjadi salah satu klaster sekaligus episentrum penyebaram virus corona.

Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau IKPPI menunjukkan, lebih dari 400 pedagang di 93 pasar-tradisional' title=' pasar tradisional'> pasar tradisional telah terinfeksi Covid-19.

"Lebih dari 400 pedagang di 93 pasar-tradisional' title=' pasar tradisional'> pasar tradisional telah terinfeksi Covid-19 menurut tes cepat yang dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah," ujar Tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Reisa mengatakan sejak lama pasar-tradisional' title=' pasar tradisional'> pasar tradisional menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, sebagai penyokong tulang punggung ekonomi masyarakat.

Tak hanya sebagai pusat jual beli masyarakat, bahkan beberapa pasar-tradisional' title=' pasar tradisional'> pasar tradisional menjadi salah satu destinasi wisata.

Di antaranya Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Klewer di Solo, Pasar Johar di Semarang, Pasar Sukawati di Bali, dan banyak lainnya sebelum pandemi Covid-19.

Hasil survei Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2018, ada lebih dari 14.000 pasar-tradisional' title=' pasar tradisional'> pasar tradisional di Indonesia, atau setara hampir 90 persen dari seluruh jenis pusat perdagangan di Indonesia.

New Normal Segera Diberlakukan di Tangerang, TNI-Polri akan Jaga Mal, Pasar dan Pusat Keramaian

 

Namun, saat pandemi Covid-19, kini pasar-tradisional' title=' pasar tradisional'> pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang rentan dan berisiko terjadinya penularan virus corona.

Sebab, banyak orang yang datang dari segala penjuru kota hingga seringkali menjadikan pasar penuh sesak, kebersihan yang kurang terjaga, serta standar sanitasi dan higienis yang belum ketat.

Belanja Aman

Warga berbelanja pakaian dari pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Kawasan niaga itu sebelumnya telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul pandemi Covid-19.
Warga berbelanja pakaian dari pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Kawasan niaga itu sebelumnya telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul pandemi Covid-19. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan Yang Dilakukan Pada Masa Pandemic Corona Virus Disease ( Covid-19) dan New Normal.

Melalui protokol kesehatan di surat edaran itu, pemerintah ingin agar masyarakat tidak terdampak Covid-19 dari faktor kesehatan maupun perekonomian.

Ada sejumlah hal yang harus dilakukan masyarakat yang tetap ingin berbelanja secara aman di pasar-tradisional' title=' pasar tradisional'> pasar tradisional.

Salah satunya, wajib menggunakan masker maupun penutup wajah atau face shield dan menjaga jarak selama beraktivitas di pasar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved