Breaking News:

Nasib Bank Banten

Mahasiswa Demo di Kejati, Minta Dugaan Gratifikasi Beras DPRD Banten Diproses Hukum

"Kalau ternyata tuntutan kami tidak digubris oleh kejati, maka kami akan ke KPK," kata Ketua GMNI Banten, Indra Patiwara.

Martin Ronaldo/Tribunners
Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Kejati Banten, Kota Serang, Banten, Senin (15/6/2020). Massa mahasiswa menuntut Kejati Banten menyelidiki kasus dugaan gratifikasi penerimaan beras DPRD Banten dari Bank Bjb. 

TRIBUNBANTEN.COM - Puluhan orang manamakan diri Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Banten berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Banten, Jalan Raya Pandeglang, Kota Serang, Senin (15/6/2020).

Massa mahasiswa tersebut menuntut penegak hukum korps Adhiyaksa itu untuk menyelidiki kasus dugaan penerimaan gratifikasi beras CSR anggota DPRD Provinsi Banten dari Bank bjb.

Mereka menduga pemberian beras CSR itu bagian upaya untuk mengerem DPRD Banten menggunakan hak interpelasi ke Pemprov Banten yang memindahkan kas daerah dari Bank Banten ke bjb.

Pihak Kejati Banten menerima sejumlah perwakilan massa mahasiswa yang berunjuk rasa. Pihak kejaksaan juga bersedia menandatangani surat yang menjadi tuntutan mahasiswa.

Gubernur Banten Bersikukuh Merger dengan Bank Jabar Langkah Terbaik Selamatkan Bank Banten

Ketua DPRD: Pemindahan Dana Pemprov di Bank Banten ke Bank Jabar Timbulkan Keresahan Masyarakat

Bank Banten
Bank Banten (net)

Koordinator Lapangan dalam Aksi tersebut Arman Maulana mengatakan kepada awak media bahwa terdapat sejumlah Anggota DPRD yang menerima gratifikasi beras CSR.

"Data yang kami peroleh setidaknya ada 38 anggota DPRD Provinsi Banten yang menerima bantuan beras CSR yang diberikan oleh Bank bjb sekitar satu minggu sebelum Lebaran," kata koordinator unjuk rasa, Arman Maulana.

DPRD Minta Pemprov Komitmen dan Konkret Selamatkan Bank Banten

Sudah 15 Anggota DPRD Banten Ajukan Hak Interpelasi atas Pemindahan RKUD di Bank Banten

 

Arman juga menyebut pimpinan DPRD Banten juga turut menerima beras CSR dari Bank bjb kendati sempat membantah.

"Kami menilai unsur pimpinan DPRD Provinsi Banten pun menerima sekalipun mengatakan bahwa tidak menerima," ujarnya.

Perwakilan Kejati Banten menandatangani surat tuntutan mahasiswa yang berunjuk rasa di kantor Kejati Banten, Serang, Banten, Senin (15/6/2020). Massa mahasiswa menuntut Kejati Banten menyelidiki kasus dugaan gratifikasi penerimaan beras DPRD Banten dari Bank Bjb.
Perwakilan Kejati Banten menandatangani surat tuntutan mahasiswa yang berunjuk rasa di kantor Kejati Banten, Serang, Banten, Senin (15/6/2020). Massa mahasiswa menuntut Kejati Banten menyelidiki kasus dugaan gratifikasi penerimaan beras DPRD Banten dari Bank Bjb. (Martin Ronaldo/Tribunners)

Ia meyakinkan pihaknya akan melaporkan kasus dugaan gratifikasi DPRD Banten ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika tidak ada tindak lanjut laporan penyelidikan dari Kejati Banten dalam tiga hari mendatang.

"Tadi kami menandatangi MoU (nota kesepahaman) dengan unsur Kejati Banten," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved