Breaking News:

Jokowi Ajukan Politikus Hingga Relawan jadi Duta Besar, Berikut Deretan 32 Nama yang Diajukan

Dari partai pengusung PDI Perjuangan, nama Heri Akhmadi yang diajukan sebagai dubes Jepang merangkap Federasi Mikronesia.

Kompas.com/Ihsanuddin
Presiden Joko Widodo melantik 17 duta besar RI untuk negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/2/2018). 

TRIBUNBANTEN.COM,- Komisi I DPR RI mulai menguji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 15 dari 32 calon duta besar (dubes) usulan Presiden Joko Widodo, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno mengatakan, sebanyak 15 orang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan pada gelombang pertama. Dan 17 orang sisanya akan mengikuti pengujian serupa pada gelombang kedua atau hari ini.

Ia menjelaskan, Komisi I DPR menanyakan konsep dan upaya dari masing-masing calon duta besar dalam meningkatkan hubungan Indonesia dan negara lain.

"Ada 32 calon duta besar, fit and proper tes berlangsung selama tiga hari, di mana Kamis siang akan rapat internal lagi membahas hasil fit and proper test," kata Dave.

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan adanya surat presiden tentang permohonan dan pertimbangan bagi calon dubes RI untuk negara-negara sahabat, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR pada Senin lalu.

Data yang diterima Tribun, sebanyak 32 nama yang diajukan Presiden Jokowi menjadi duta besar memiliki latar belakang berbeda.

Nama-nama calon dubes yang diajukan didominasi dari kalangan pejabat karier Kementerian Luar Negeri.

Namun, ada juga nama-nama non-karier yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk politikus dan relawan pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Dari partai pengusung PDI Perjuangan, nama Heri Akhmadi yang diajukan sebagai dubes Jepang merangkap Federasi Mikronesia.

Heri adalah politisi senior partai banteng yang sudah tiga periode duduk di Senayan, yakni pada 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014. Ia juga sempat menjabat Kepala Balitbang DPP PDI-P pada 2015-2020.

Halaman
1234
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved