Breaking News:

Penusuk Wiranto di Pandeglang Dituntut 16 Tahun Penjara, Ini Pembelaannya

"Saya sama sekali tidak terbukti melakukan pemufakaatan jahat, pak hakim. Sehingga saya tidak terbukti melalukan tindak pidana terorisme," ujarnya.

Handout/Dok. Polres Pandeglang
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS. 

TRIBUNBANTEN.COM - Terdakwa penusuk mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara menolak didakwa dan dituntut 16 tahun atas tindak pidana terorisme.

Ia menyatakan tidak terbukti melakukan pemufakatan jahat tindak pidana terorisme.

Hal itu diungkapkan Abu Rara dalam sidang penyampaian nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Kamis (18/6/2020).

"Saya sama sekali tidak terbukti melakukan pemufakaatan jahat, pak hakim. Sehingga saya tidak terbukti melalukan tindak pidana terorisme," kata Abu Rara.

Abu Rara menyampaikan hal itu melalui telekonferensi di Rumah Tahanan Khusus tindak pidana terorisme di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Abu Rara tampak mengenakan baju tahanan oranye duduk di sebuah ruangan.

Suasana sidang melalui telekonferensi kasus penusuk mantan Menko Polhukam Wiranto dengan terdakwa Abu Rara digelar di Pengadilan Negeri, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2020).
Suasana sidang melalui telekonferensi kasus penusuk mantan Menko Polhukam Wiranto dengan terdakwa Abu Rara digelar di Pengadilan Negeri, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2020). (Warta Kota/Desy Selvia)

Penasihat hukum Abu Rara, Kamsi yang hadir di ruang persidangan juga menyampaikan pembelaan untuk kliennya itu.

Kamsi mengatakan dari rangkaian sidang pembuktian sebelumnya, klienya tak terbukti melakukan tindakan yang dikategorikan sebagi terorisme, sebagaimana dakwaan jaksa.

Sebelumnya, jaksa menuntut Abu Rara agar dihukum 16 tahun karena melanggar Pasal 15 junto Pasal 6 junto Pasal 16A Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Menurut Kamsi, penusukan yang dilakukan Abu Rara kepada Wiranto selaku pejabat negara hanya melanggar Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

Halaman
1234
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved