Breaking News:

Penusuk Wiranto di Pandeglang Dituntut 16 Tahun Penjara, Ini Pembelaannya

"Saya sama sekali tidak terbukti melakukan pemufakaatan jahat, pak hakim. Sehingga saya tidak terbukti melalukan tindak pidana terorisme," ujarnya.

Editor: Abdul Qodir
Handout/Dok. Polres Pandeglang
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanggapi pembelaan Abu Rara dan penasihat hukumnya.

JPU menyatakan menolak pembelaan itu dan tetap pada dakwaan dan tuntutan semula.

"Kami menolak pembelaan dan tetap pada tuntutan sepekan lalu," ujar anggota tim JPU.

Sidang kasus pelaku penyerangan terhadap mantan Menkopolhukam Wiranto akan dilanjutkan pada Kamis pekan depan.

Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan putusan atau vonis dari majelis hakim.

Rekan Abu Rara, Abu Syamsuddin alias Abu Basilah, yang sebelumnya dituntut 7 tahun penjara juga menyampaikan nota pembelaan melalui telekonferensi dalam sidang terpisah.

Dia juga nenyatakan tidak melakukan atau membantu tindak pidana terorisme seperti dakwan dan tuntutan jaksa.

Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui saat Abu Rara melakukan penyerangan terhadap Wiranto.

"Saya meminta keringanan dan hukuman seadil-adilnya. Saya tidak pernah melakukan apapun dengan Abu Rara," kata Abu Syamsuddin dalam pembelaannya.

Namun, JPU juga menolak pembelaannya dan menyatakan tetap pada tuntutannya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved