Breaking News:

Virus Corona di Banten

Lagi, Ratusan Warga di Serang Mengungsi Karena Takut Rapid Test, Sampai Tinggal di Ladang

Kejadian ini menambah banyak warga di Kota Serang yang mengungsi karena takut dan menghindari tapid test.

Martin Ronaldo/Tribunners
Warga menjalani test cepat atau rapid test untuk deteksi awal penyakit Covid-19 di kantor Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Jumat (19/6/2020). Hanya beberapa datang karena sebagian besar warga lainnya mengungsi karena takut rapid test. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pelaksanaan test cepat atau rapid test untuk deteksi awal penyakit Covid-19 di kantor Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, tampak sepi pada Jumat (19/6/2020).

Hanya beberapa warga yang mengikuti rapid test gratis dari pemerintah daerah setempat itu.

Sebagian besar warga di kelurahan tersebut memilih mengungsi dan meninggalkan rumah mereka pada malam hari guna menghindari rapid test pemerintah setempat.

Ada yang mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat hingga ada yang meninggalkan rumahnya dan tinggal sementara di ladang sebelum rapid test dilaksanakan.

Mereka tak kunjung kembali ke rumah hingga rapid test berakhir.

"Kami sudah datangi, mengetuk satu persatu rumah warga untuk memastikan, tapi warga masih pada mengungsi dan hingga kini belum kembali ke rumah," kata Ketua RT 08 RW 07 Kelurahan Lialang, Wadudin.

Suasana pelaksanaan test cepat atau rapid test untuk deteksi awal penyakit Covid-19 di kantor Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, tampak sepi pada Jumat (19/6/2020).
Suasana pelaksanaan test cepat atau rapid test untuk deteksi awal penyakit Covid-19 di kantor Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, tampak sepi pada Jumat (19/6/2020). (Martin Ronaldo/Tribunners)

Kejadian ini menambah banyak warga di Kota Serang yang mengungsi karena takut dan menghindari tapid test.

Sebelumnya, kejadian serupa terjadi di Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Warga dari dua kampung di kelurahan itu juga berbondong-bondong mengungsi pada dini hari.

Hal itu dikarenakan oknum yang menyiarkan kabar jika hasil rapid test warga menunjukkan reaktif Covid-19, maka dia akan langsung dibawa dan dikarantina di rumah sakit.

Halaman
123
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved