Breaking News:

Kapal Tenggelam

Tiga dari 10 Korban Hilang Kapal Tenggelam di Selat Sunda Ditemukan, Bagaimana Kondisinya?

Kepala SAR Provinsi Banten Muhammad Zaenal Arifin menjelaskan, saat ini ketiga korban itu tengah dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Labuan.

Nova.grid.id
Ilustrasi kapal tenggelam 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Tiga dari 10 korban hilang dari KM Puspita Jaya yang tenggelam di Selat Sunda sejak Kamis malam, ditemukan pada Sabtu (20/6/2020) sore.

Kepala SAR Provinsi Banten Muhammad Zaenal Arifin, mengungkapkan ketiga korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah ditolong kapal nelayan di sekitar perairan Tanjung Alang-alang, kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

"Untuk hari kedua, kami fokus pada pencarian kepada 10 orang korban. Dan di last minute pukul 17.40, alhamdulillah tiga orang berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat," ujar Zaenal melalui sambungan telepon.

Ketiga korban selamat adalah atas nama Wawan (30) warga Desa Teluk Kecamatan Labuan, Udi (45) warga Desa Kalanganyar Kecamatan Labuan dan Juheedi (38) warga Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan Pandeglang.

Kepala SAR Provinsi Banten Muhammad Zaenal Arifin menjelaskan, saat ini ketiga korban itu tengah dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Labuan.

"Mengenai bagaimana ketiga nelayan tersebut bisa selamat, nanti kami perlu penggalian lebih dalam," ujarnya.

Tim SAR akan menggali informasi dari ketiga korban selamat itu sehingga dapat membantu pencarian tujuh rekan mereka yang masih belum ditemukan.

Kapal KM Puspita Jaya Karam Dihantam Ombak di Selat Sunda,10 Orang Hilang

Tim SAR gabungan melakukan persiapan pencarian 10 korban hilang dari kapal nelayan KM Puspita Jaya yang karam di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (19/6/2020).
Tim SAR gabungan melakukan persiapan pencarian 10 korban hilang dari kapal nelayan KM Puspita Jaya yang karam di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (19/6/2020). (Martin Ronaldo/Tribunners)

Diberitakan sebelumnya, kapal nelayan KM Puspita Jaya dengan 16 awak mengalami terbalik dan karam di Selat Sunda pada Kamis (18/6/2020) malam, setelah dihantam ombak tinggi.

Kapal tersebut berangkat dari Labuan, Pandeglang, Banten menuju Pulau Rakata, Lampung.

Setelah kapal setengah karam, 16 orang awak itu memutuskan berenang dengan bantuan fiber ke Pulau Panaitan yang jaraknya terbilang sangat jauh.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved