Lagi Corona, Warga Berkerumun Tonton Rekonstruksi Penyerangan Kelompok John Kei di Tangerang

Warga berkerumun, tanpa jaga jarak sesuai protokol pencegahan Covid-19, di belakang garis polisi sambil mengambil foto atau video menggunakan ponsel

Kompas.com/Singgih Wiryono
Warga berkerumun berdiri di belakang garis polisi di lokasi penyerangan kelompok John Kei di Green Lake City Kota Tangerang, Rabu (24/6/2020) 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG, - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyerangan kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, jadi tontonan warga sekitar, Rabu (24/6/2020).

Warga berkerumun, tanpa jaga jarak sesuai protokol pencegahan Covid-19,  di belakang garis polisi sambil mengambil foto atau video menggunakan ponsel mereka.

Seorang petugas kepolisian sempat menegur seorang pengendara sepeda motor yang sengaja berhenti di pinggir jalan untuk melihat gelar rekonstruksi itu.

"Yang baju merah maju, jangan berhenti di sana," kata polisi di lokasi rekonstruksi itu.

Sejumlah pengemudi ojek online juga tampak ikut berkerumun di lokasi itu. Mereka menunggu kegiatan rekonstruksi penyerangan tersebut.

Berkali-kali petugas polisi meminta agar pengguna jalan tidak berhenti di pinggir jalan di depan gerbang kluster Australia, Green Lake City, itu agar tidak terjadi kemacetan.

Anak-anak dan orang tua juga tampak berdiri di belakang garis polisi untuk menyaksikan gelar rekonstruksi tersebut.

Suasana Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (21/6/2020) siang.
Suasana Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (21/6/2020) siang. (Warta Kota)

Terdengar Suara Tembakan di Green Lake City Tangerang, Ada Apa?

 

Nus Kei, pemilik rumah yang diserang kelompok John Kei pada hari Minggu lalu, tiba di lokasi pukul 14.50 WIB.

Anak buah John Kei melakukan penyerangan di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Green Lake City di Cipondoh, Kota Tangerang; dan daerah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada hari Minggu siang.

Nus Kei: Tolong John Kita Ketemu Berdua, Jangan Bawa Anggota

John Kei (kiri) dan Nus Kei (kanan) - John Kei sempat mengirim pesan pada anak buahnya sebelum lakukan penyerangan. Minta agar Nus Kei dibunuh.
John Kei (kiri) dan Nus Kei (kanan) - John Kei sempat mengirim pesan pada anak buahnya sebelum lakukan penyerangan. Minta agar Nus Kei dibunuh. (WARTA KOTA HENRY LOPULALAN / YouTube tvOneNews)

Penyerangan dilakukan karena kekecewaan John Kei terhadap Nus Kei, yang merupakan pamanya, terkait pembagian uang hasil penjualan tanah.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved