Abu Rara Penusuk Wiranto di Pandeglang Divonis 12 Tahun Penjara, Istri 9 Tahun Penjara

Hakim juga memerintahkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan kompensasi sebesar Rp37 juta ke Wiranto dan Rp28 juta ke Fuad Syauqi,

Handout/Dok. Polres Pandeglang
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS. 

Bismillah, saya terima tanpa celah

TRIBUNBANTEN.COM - Terdakwa kasus penusukan mantan Menko Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, divonis 12 tahun penjara.

Vonis itu dijatuhi majelis hakim dalam sidang putusan di di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (25/6/2020).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dengan pidana penjara selama 12 tahun. Menetapkan masa penetapan terdakwa dikurangi dari pidana yang dijatuhkan," kata ketua majelis hakim Masrizal saat membacakan surat putusan.

Majelis hakim memutus Abu Rara terbukti bersalah karena melanggar Pasal 15 juncto Pasal 6 Juncto Pasal 16 Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-undang.

Hakim juga memerintahkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan kompensasi sebesar Rp37 juta ke Wiranto dan Rp28 juta ke Fuad Syauqi, selaku korban tindak pidana terorisme.

"Dibebankan kepada negara melalui Menteri Keuangan RI untuk memberikan hak kompensasi bagi para korban yang perhitungannya yang disampaikan melalui LPSK dengan perhitungan sebagai berikut: Perhitungan kompensasi LPSK atas nama Dr H Wiranto sebesar Rp 37 juta dan H Fuad Syauqi sebesar Rp28.202.157," ujar hakim ketua Masrizal.

Majelis hakim dalam pertimbangannya menyatakan pengajuan kompensasi dari LPSK melalui jaksa telah sesuai ketentuan Pasal 35 A Undang-undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Abu Rara yang menjalani sidang melalui video conference menanggapi vonisnya itu.

Dia menyatakan menerima putusan majelis hakim dan tidak mengajukan banding.

Halaman
1234
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved