Breaking News:

Virus Corona di Banten

Imbas Pandemi Covid-19, Pendapatan Pajak Kendaraan Provinsi Banten Anjlok Hingga 70 Persen

Pendapatan dari kedua sumber pajak kendaraan itu hanya sekitar Rp7 miliar selama pandemi Covid-19.

TMMIN
Ekspor mobil 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG -- Pendapatan Pemprov Banten merosot tajam sebagai imbas pandemi Covid-19.

Hal itu terlihat dari anjloknya sumber pendapatan daerah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) hingga 70 persen.

Pendapatan dari kedua sumber pajak kendaraan itu hanya sekitar Rp7 miliar selama pandemi Covid-19.

"Di bulan Mei kan lagi masifnya pandemi Covid-19, pendapatan daerah otomatis down," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) Provinsi Banten, Opar Sochari, saat dihubungi.

Situasi Samsat Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).
Situasi Samsat Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). (KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)

Menurut Opar, tak hanya pendapatan dari pajak kendaraan, informasi yang diperolehnya pandemi Covid-19 juga membuat tingkat penjualan kendaraan bermotor ikut turun.

"Contoh kendaran roda dua yang biasanya 30 ribu sampai 50 ribu, ini hanya laku 300-an unit" ujarnya.

Meski begitu, kata Opar, Bapenda berusaha menggenjot pendapatan daerah dan memulihkan kembali perekonomian yang sempat lesuh selama pandemi Covid-19 ini.

"Samsat kita sudah buka semuanya, tapi tetap menggunakan protokol kesehatan. Lalu, pembebasan biaya denda sampai Agustus nanti. Kita juga tidak melakukan razia (pajak) selama pandemi masih berlangsung," ujarnya.

Menurutnya, pendapatan dari sektor kendaraan bermotor mulai membaik terhitung sejak dimulainya pola hidup baru atau New Normal.

"Kalau sekarang PKB sudah agak lumayan, alhamdulillah sudah 55 persen, baru setengahnya," tuturnya.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved