Breaking News:

Gubernur Banten Minta Tanam Cabai, Labu, dan Ketela untuk Pemulihan Ekonomi Setelah Covid-19

Saya minta Dinas Pertanian untuk menggerakkan sektor pertanian lebih masif dalam menanam seperti cabe, labu, oyong, ketela, dan komoditas pertanian

Dok Diskominfo Banten
Gubernur Banten saat meninjau lahan pertanian di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Banten Wahidin Halim menginginkan sektor pertanian menjadi penyumbang pemulihan ekonomi pasca-corona atau Covid-19 di Provinsi Banten.

Untuk merealisasikan hal tersebut, dia meminta lahan-lahan kosong ditanami produk pertanian.

"Kita harus berupaya membudidayakan lahan-lahan yang ada di Banten untuk bisa ditanam apa saja," kata Wahidin melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Wahidin mengatakan, sektor industri dan perdagangan saat ini belum bisa diandalkan untuk pemilihan ekonomi lantaran berada dalam kondisi krisis.

Di sisi lain, Provinsi Banten memiliki banyak lahan yang bisa ditanami produk-produk pertanian, terutama di daerah selatan.

Dia bercerita, saat berkunjung ke Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, di sana produk-produk pertanian bisa tumbuh dan menghasilkan serta memenuhi kebutuhan pokok masyarakat secara mandiri.

"Saya minta Dinas Pertanian untuk menggerakkan sektor pertanian lebih masif dalam menanam seperti cabai, labu, oyong, ketela, dan komoditas pertanian lainnya selain padi," kata dia.

Nantinya, wilayah selatan Banten seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang, kata Wahidin, akan difokuskan untuk kawasan pertanian.

Adapun industri berada di utara.

Mengenai stok pangan dari produk pertanian selama masa Pandemi, Wahidin mengatakan Banten dalam kondisi aman, kendati daya beli masyarakat turun.

"Daya beli masyarakat berkurang tapi kebutuhan pokoknya terpenuhi. Harga sembako masih stabil, jadi tidak mengkhawatirkan," kata dia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gubernur Banten Minta Dinas Pertanian Tanam Cabe hingga Ketela untuk Pulihkan Ekonomi"

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved