Breaking News:

Virus Corona di Banten

Pengemudi Ojol Rohadi Tetap Narik di Tengah Pandemi Covid-19 Demi Anak dan Istri

Menurutnya, meski berisiko terpapar virus corona dan minim pemasukan, dirinya harus tetap bekerja menarik penumpang demi menghidupi anak dan istri

Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Karyana Rohadi, pengemudi ojek online (ojol) di Kota Serang 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pandemi Covid-19 berimbas hampir ke seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali pengemudi ojek online atau ojol di Kota Serang.

Karyana Rohadi (46) salah satunya, pengemudi ojol asal Karawang Jawa Barat yang sudah hampir 13 tahun tinggal dan mencari nafkah di Kota Serang.

Lebih tiga bulan pandemi Covid-19 melanda membuatnya susah payah mencari pemasukan dari pesanan jasa antar penumpang berbasis aplikasi tersebut.

Rohadi mengaku pendapatannya turun hingga 40 persen selama pandemi Covid-19.

"Dulu sebelum ada pandemi, sehari bisa sampai 17 order (pemesanan) saya masih dapat. Sekarang-sekarang ini sampe jam 11 malam hanya dapat delapan order-an," ujarnya saat ditemui di sela istirahatnya, Kota Serang, Jumat (3/7/2020).

Driver ojek online
Driver ojek online ((SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ))

Driver Ojol Sudah Siap Angkut Penumpang di New Normal, Mendagri Tito Karnavian Masih Melarang

Naik Ojol Bawa Helm Sendiri, Ini Tip Merawat Helm Biar Bebas Kuman dan Virus

Rohadi menyadari penyebaran virus corona bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk pada dirinya dan penumpang saat mendapat pesanan.

Oleh karena itu, sejak diizinkannya ojol beroperasi, dirinya berusaha menerapkan prokoler kesehatan saat bekerja.
Di antaranya selalu mengenakan masker, menjaga jarak antara pengemudi dan penumpang serta disiplin membersikan diri dan sepeda motor.

Tukang Opang di Banten Sudah Ampun-ampun

Menurutnya, meski berisiko terpapar virus corona dan minim pemasukan, dirinya harus tetap bekerja menarik penumpang demi menghidupi anak dan istri yang menjadi tanggungannya.

"Khawatir pasti ada, cuma kan saya sebagai kepala keluarga. Jadi, dilawan saja takutnya. Saya masih punya anak kelas 5 SD yang perlu dibiayai. Selain itu, saya kira di Kota Serang juga sedikit lebih aman dibandingkan daerah lain seperti Tanggerang. Jadi, yah lanjut saja narik penumpang," tuturnya.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved