Breaking News:

Pembangunan Pengganti Pasar Rau Mundur Karena Covid-19

Bahkan, sebagian pedagang sudah tumpah-ruah hingga ke jalan sekitar pasar tersebut hingga menimbulkan kemacetan.

Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Pasar Induk Rau di Jalan KH Abdul Latif, Kota Serang, Rabu (15/7/2020. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemkot Serang berencana memindahkan Pasar Induk Rau ke Teritih, Kecamatan Walantaka. Namun, rencana penyelesaian pembangunan pasar baru dengan anggaran Rp80 miliar tersebut mundur dari target awal tahun 2023.

"Rencana selesai pembangunannya sebenarnya 2023, tapi karena ada refocusing (APBD) untuk Covid-19 ini, jadi agak mundur," kata Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang, Yoyo Wicahyono, saat dihubungi, Rabu, (15/7/2020).

Lebih 400 Pedagang Positif Corona, Ini Tips Belanja Aman di Pasar Tradisional

Harga-harga Kebutuhan di Pasar Rau Serang Mulai Melonjak

Yoyo mengatakan ada beberapa pertimbangan kuat sehingga Pemkot ingin memindahkan Pasar Induk Bau.

Di antaranya Pemkot ingin melakukan pengembangan dan penataan kota dengan baik. Saat ini, pedagang yang mengisi Pasar Rau sudah melebihi kapasitas.

Bahkan, sebagian pedagang sudah tumpah-ruah hingga ke jalan sekitar pasar tersebut hingga menimbulkan kemacetan. Belum lagi truk-truk pengangkut barang dagangan melakukan bongkar muat di badan jalan.

"Di Pasar Rau itu bersatu semua baik grosir, buah-buahan, sayur mayur, eceran," ujarnya.

Di pasar baru di Walantaka, nantinya pedagang pasar induk dan pedagang barang konsumsi akan dipisahkan. "Minimalnya lahan 7 hektare," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini rencana pembangunan pasar baru pengganti Pasar Induk Rau masih pada tahap studi kelayakan dengan melibatkan beberapa pakar pembangunan. "Anggaran sebesar Rp 80 miliar," ujarnya.

Rani (46), salah satu pedagang di Pasar Induk Rau mengaku belum tahu tentang rencana pemindahan pasar tempatnya berjualan ini.
Namun, ia berharap ada jaminan dari Pemkot Serang jika pasar baru tersebut nantinya juga ramai pembeli. "Kalau ramai, kami mau. Tapi, kalau tidak ramai, ya lebih baik di sini," ujarnya.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved