Breaking News:

Virus Corona di Banten

Berubah Pikiran, Gubernur Banten Izinkan Ojol Angkut Penumpang di Wilayah PSBB Tangerang Raya

Perusahaan aplikasi ojol juga diwajibkan menyediakan penyekat antara penumpang dan pengemudi dan menyediakan penutup kepala.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SEMPROT DISINFEKTAN - Puluhan ojek online (Ojol) saat disemprot disinfektan oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 (Corona Virus) Provinsi Jawa Timur sebagai mengantisipasi penularan Covid-19 di depan Gedung Negara Grahadi, JL Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (22/3). Penyemprotan desinfektan untuk kendaraan transportasi roda dua sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Setelah sempat melarang, akhirnya Gubernur Banten Wahidin Halim mengizinkan ojek online ( ojol) mengangkut penumpang saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan).

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Banten Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Covid-19 di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

"Ya, ojol sudah boleh, sudah ditandatangani gubernur," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo saat dikonfirmasi, Rabu, (15/7/2020).

PSBB di Tangerang Raya Diperpanjang demi Keselamatan Warga, Tapi Ojol Merana

Tri menjelaskan, perubahan keputusan gubernur ini telah mengacu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 11 Tahun 2020 Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

Dalam Pergub Banten Nomor 29 Tahun 2020 diatur sejumlah SOP yang wajib dilaksanakan perusahaan aplikasi, pengemudi ojol dan penumpang, saat beroperasi mengangkut penumpang di wilayah Tangerang Raya.

Dijelaskan perusahan diwajibkan menyediakan pos kesehatan di sejumlah titik dengan dilengkapi alat penyemprot disinfektan, hand sanitiezer dan pengukur suhu.

Perusahaan aplikasi ojol juga diwajibkan menyediakan penyekat antara penumpang dan pengemudi dan menyediakan penutup kepala.

"Jadi, jika di surat edaran itu perusahaan disarankan menyediakan penyekat, maka di pergub yang baru diterbitkan diwajibkan menyediakan," jelasnya.

Sementara, penumpang diiminta membawa helm sendiri dan melaksanakan protokol kesehatan.

Yang tak kalah penting, pergub itu juga mengatur pengemudi ojol yang boleh beroperasi mengakut penumpang wajib lulus tes cepat atau rapid test Covid-19 dengan hasil non-reaktif.

Pengemudi ojol juga wajib menggunakan masker, sarung tangan, jaket lengan panjang dan membawa hand sanitizer.

Naik Ojol Bawa Helm Sendiri, Ini Tip Merawat Helm Biar Bebas Kuman dan Virus

Tri menambahkan, surat keputusan ini telah dikirimkan ke perusahaan aplikasi ojol. "Surat sudah dikirimkan ke perusahaan Gojek dan Grab di Jakarta," tukasnya.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved