Breaking News:

Peracik Obat Berbahaya Lulusan SD, Petugas Gabungan Sita Lebih dari 1 Juta Pil

Masyarakat sekitar tidak mengetahui ada kegiatan produksi obat berbahaya karena memakai peredam suara.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad
Petugas gabungan menggerebek pabrik obat berbahaya di Kopo, Kabupaten Bandung, Kamis (23/7/2020). Pabrik itu bisa menghasilkan 200 ribu butir pil per hari. 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN), BNNP Jabar, dan Polda Jabar menyita 1 juta butir pil berbahaya sebagai barang bukti.

Jutaan pil itu disita dari penggerebekan yang dilakukan di Kopo Permai III Blok 18 CDF, Nomor 16, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (23/7/2020).

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat, mengatakan selain itu 44 karung bahan baku pil juga disita.

“Bahan bakunya dari lima jenis bahan kimia,” kata Rudi di lokasi penggerebekan, Jumat (24/7/2020).

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu S (37), MK (34), TU (46), dan M (39).

Adapun yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sebanyak empat orang.

Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka sudah memproduksi obat keras sejak 2013.

"Obatnya tryhexypenidyl, yang merupakan obat penenang, bisa membuat jadi fly," ujar Rudi.

Tryhexypenidyl masuk dalam psikotropika golongan IV yang peredaran dan konsumsinya memerlukan resep dokter.

Menurut Rudi, di tempat penggerebekan juga ditemukan mesin produksi tablet berukuran besar.

Halaman
123
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved