Breaking News:

Jengkel Perwal Disabilitas Belum Juga Jadi, Wali Kota Serang Bakal Tegur Dinsos

Menurut Syafrudin, dirinya perlu memberikan teguran mengingat cara kerja Dinsos sangat lambat atas tanggung jawab draft perwal disabilitas ini.

Kompas.com/Garry Lotulung
Sejumlah kaum disabilitas yang tergabung dalam Gerakan Aksesbilitas Umum Nasional (GAUN) menggelar aksi susur trotoar di sepanjang Jalan Sabang, Thamrin, ke arah Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Wali Kota Serang Syafrudin kecewa Peraturan Wali Kota tentang disabilitas belum juga bisa terbentuk gara-gara masalah teknis bawahannya.

Sebab, hingga berbula-bulan, pihak Dinas Sosial (dinsos) belum juga menyerahkan draf peraturan teknis tersebut kepada Biro Hukum Pemkot Serang.

Syafrudin akan menegur anak buahnya yang memimpin dinsos.

"Soal Perwal Disabilitas, itu kan konsepnya dari Dinsos, maka dari itu nanti saya akan tegur ke sana (Dinsos) supaya penyusunan draf perwal itu dapat segera diselesaikan," kata Syafrudin usai memimpin rapat evaluasi kinerja Setda Kota Serang di salah satu rumah makan di Kota Serang, Banten, Senin (27/7/2020).

Menurut Syafrudin, dirinya perlu memberikan teguran mengingat cara kerja Dinsos sangat lambat atas tanggung jawab draft perwal disabilitas ini.

"Jadi, seharusnya tidak lambat menyusunnya, karena kan perda-nya (acuan) sudah ada," tandasnya.

Diduga Banyak Kebocoran Pemasukan Parkir, Wali Kota Serang Ancam Copot Kepala Dinas Perhubungan

Wali Kota Serang Syafrudin
Wali Kota Serang Syafrudin (istimewa)

Kepala Bagian (Kabag) Hukum pada Setda Kota Serang, Subagyo, menuturkan sampai saat ini pihaknya masih belum menerima draf Perwal dari Dinsos Kota Serang, selaku leading sector urusan penyandang disabilitas.

"Perda memang sudah ada, tapi draf Perwal dari Dinsos Kota Serang sampai saat ini kami belum menerimanya," ujarnya.

Satu Keluarga Tinggal di Gubuk di Tepi Laut, Tiap Malam Ditemani Air Pasang

Bahkan menurut Subagyo, pihak Dinsos Kota Serang sampai saat ini masih belum melakukan komunikasi dan koordinasi berkaitan dengan pembentukan Perwal Disabilitas. Sedangkan berdasarkan amanah Perda Disabilitas, Perwal harus segera dibuat.

"Nanti kami akan coba komunikasi kepada Dinsos, agar mereka segera menyusun draf Perwal tersebut," ucapnya.

Kota Serang mendapat penilaian sebagai kota kurang ramah terhadap penyandang disabilitas, di antaranya trotoar.

Saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 4 Desember 2019 lalu, sejumlah pegiat dan penyandang disabilitas Kota Serang sampai menggelar unjuk rasa di Alun-aljn Kota Serang.

Mereka melakukan longmarch dan sosialisasi agar para pedagang yang berjualan dan pemilik kendaraan agar tidak memarkirkannya di guiding block atau jalur kuning.

Mereka meminta Pemkot Serang dan Pemprov Banten dapat menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved