Breaking News:

Masyarakat Jenuh Beraktivitas di Rumah, Tingkat Hunian Kamar Hotel di Banten Meningkat

Namun, terjadi penurunan TPK tahunan disebabkan oleh penghunian kamar yang turun pada hampir semua kelas hotel bintang di Banten, kecuali bintang satu

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 di sebuah hotel, belum lama ini. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, tingkat hunian kamar (TPK) meningkat sejak penerapan AKB)'>adaptasi kebiasaan baru ( AKB).

Pada Juni 2020, TPK mencapai 24,17 persen atau naik 5,60 poin dibandingkan Mei yang hanya 18,57 persen.

Kepala BPS Perwakilan Banten Adhi Wiriana mengatakan peningkatan TPK disebabkan penghunian kamar yang naik hampir semua kelas hotel bintang di Banten.

Di hotel bintang satu, justru turun sebesar 3,87 poin.

“Namun, terjadi penurunan TPK tahunan disebabkan oleh penghunian kamar yang turun pada hampir semua kelas hotel bintang di Banten, kecuali bintang satu yang naik 1,46 poin,” kata Adhi saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2020).

Dari rata-rata lama menginap tamu (RLMT) gabungan, baik dalam maupun luar negeri pada hotel berbintang selama Juni 2020 mencapai 1,46 hari.

Angka itu naik 0,25 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,21 hari.

Perkembangan RLMT gabungan hotel berbintang selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang masih fluktuatif.

Namun, memasuki era AKB, industri perhotelan di Banten diprediksi akan kembali meningkat ke depannya.

"Satu bulan ke depan diperkirakan akan mengalami kenaikan," kata Adhi.

Ketua PHRI)'>Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Banten Ahmad Sari Alam mengatakan sejak diterapkannya AKB oleh pemerintah, dan sudah mulai dibukanya pariwisata membuat industri perhotelan kembali menggeliat.

"Laporan dari teman-teman memang pada Juni banyak peningkatan. Tapi, dengan memberikan harga tidak mahal, memberikan promosi agar pengunjung datang kembali," kata Ahmad saat dihubungi Kompas.com.

Meski terjadi peningkatan, PHRI meminta kepada pengelola hotel dan restoran agar menerapkan protokol kesehatan tetap dilakukan.

"Kalau bisa dari 100 persen kamar, kira-kira 75 dijual. Sisanya 25 persen untuk disiapkan besoknya agar terjadi protokol kesehatannya," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan hunian hotel di Banten, terutama di Anyer, Carita, hingga Tanjung Lesung karena masyarakat sudah jenuh tiga bulan beraktivitas di rumah.

"Selama pandemi Covid-19, bapak-bapak kerja di rumah, anak-anak belajar dari rumah. Nah, kesempatan ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berekreasi," ucap Ahmad.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Adaptasi Kebiasaan Baru Bikin Hunian Hotel di Banten Meningkat"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved