Breaking News:

Seorang Ayah di Kabupaten Serang Setubuhi Anak Tiri

perbuatannya akibat terpengaruh film porno yang sering ditonton melalui ponsel.

Tribunnews.com
Ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - RD (45) ditangkap petugas Polres Serang atas sangkaan pemerkosaan terhadap anak tirinya yang berusia 14 tahun.

RD, warga Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten yang kesehariannya sebagai buruh itu mengaku ke polisi bahwa perbuatannya akibat terpengaruh film porno yang sering ditonton melalui ponsel.

Awal mula kasus tersebut terendus setelah sang ibu kandung korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut kepada Mapolres Serang.

Atas adanya laporan tersebut, pihak kepolisian Polres Serang secepat mungkin melakukan penyelidikan serta pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku, dan juga telah menetapkan RD sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan anak dibawah umur.

"Tersangka ditangkap pada hari Rabu tanggal 30 Juli 2020 sekira jam 19.00 WIB saat sedang mengendarai motor saat tersangka ditangkap, tersangka mengendarai sepeda motor serta ditemukan sedotan dan korek dengan api kecil diduga alat untuk memakai narkotika jenis sabu," ujar Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Arief Nazarudin saat dihubungi.

Anak di Bawah Umur Ikut Mengeroyok Petugas Babinkantibmas

Arief mengungkapkan kronologi kejadian.

RD melakukan pemerkosaan kepada anak tirinya pada Senin, 20 April 2020 jelang tengah malam.

Dia memasuki kamar anak tirinya yang saat itu masih terjaga.

RD melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya hingga sang anak berteriak.

Namun, RD membekap mulut dan mengintimidasi anak tirinya agar tidak memberitahukan perbuatannya.

"Siang harinya ketika korban pulang sekolah, korban menangis dan menceritakan kejadian tersebut kepada pelapor," kata Arief.

"Lalu, pelapor mengkonfirmasi kepada tersangka dan pelapor malah dipukuli oleh tersangka hingga akhirnya pelapor melaporkan kejadian cabul tersebut ke unit IV (PPA)," sambungnya.

Atas perbuatannya, RD ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas sangkaan melanggar Pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

RD terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved