Breaking News:

Pilu Masyarakat Pulau Tunda, Hidup di Wilayah Terpencil Tanpa Penerangan

Gelap gulita menjadi pemandangan setiap malam bagi 1.100 jiwa warga di Pulau Tunda.

Martin Ronaldo/Tribunners
Suasana di rumah warga di Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, padw Kamis (6/8/2020) malam. Warga di pulau itu mengalami krisis listri sejak sebulan lalu. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Keindahan alam Pulau Tunda (lebih dikenal Pulau Babi) di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten terbentang di kehidupan bawah lautnya.

Namun, potensi menarik wisatawan di pulau itu belum maksimal mengingat minimnya sarana dan prasarana pendukung.

Bahkan, saat ini warga yang tinggal di pulau tersebut tengah mengalami krisis listrik.

Gelap gulita menjadi pemandangan setiap malam bagi 1.100 jiwa warga di Pulau Tunda.

Muhammad Rasyid, salah seorang warga Pulau Tunda menceritakan Pulau Tunda hanya terdiri dari satu desa atau kelurahan, yakni Desa Wargasara dan dua kampung, yaitu Kampung Barat dan Kampung Timur.

Sebagian besar warganya hidup dalam kegelapan sejak sebulan terakhir.

Para warga mengandalkan lilin, lampu minyak hingga lampu tempel untuk penerangan seadanya di rumah mereka kala malam datang.

Hai Bupati Serang, Jalan Berlubang Dibiarkan 10 Tahun Sampai Warga Memancing

Sebelumnya, pasokan listrik untuk warga di Pulau Tunda bertumpu pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada di dua kampung tersebut.

Dan warga hanya dapat menikmati pasokan listrik tersebut mulai pukul 06.00 pagi hingga 18.00 atau 06.00 sore.

Namun, sejak sebulan terakhir para warga tidak mendapat pasokan listrik dari dua pembangkit listrik itu.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved