Breaking News:

Warga di Kota Serang Ini Harus Naik Bukit Supaya Dapat Sinyal Telepon

Warga yang karib disapa Teo itu menuturkan, dirinya dan para warga Kelurahan Cibendung lainnya harus susah payah menyeberang sejauh 1 kilometer

Warga di Kota Serang Ini Harus Naik Bukit Supaya Dapat Sinyal Telepon
Martin Ronaldo/Tribunners
Pelajar mengerjakan tugas sambil mencari sinyal karena di Kelurahan Dibendung, Kecamatan Taktakan, Serang, tidak ada sinyal, Jumat (7/8/2020).

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Warga Kota Serang akan merayakan HUT ke-13 berdirinya Kota Serang pada 10 Agustus 2020.

Meski menjadi ibu kota Provinsi Banten yang berdampingan dengan DKI Jakarta, masih ada wilayah di Kota Serang yang sulit sinyal seluruh provider telepon seluler.

Warga di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang pun terpaksa menaiki bukit hanya untuk mendapatkan sinyal.

Di antaranya dirasakan Ilham Prasetyo, salah satu warga Cibendung yang ditemui pada Jumat (7/8/2020).

"Hampir semua operator itu tidak menjangkau sampai Kelurahan Cibendung. Jadi, baik itu sinyal seluler biasa untuk telepon dan SMS maupun sinyal internet tidak kami rasakan disini," ujarnya.

Warga yang karib disapa Teo itu menuturkan, dirinya dan para warga Kelurahan Cibendung lainnya harus susah payah menyeberang sejauh 1 kilometer dengan menaiki bukit dan lembah di Desa Gunung Sari, Kabupaten Serang, untuk mendapatkan sinyal.

Teo mengatakan ia dan warga lainnya mengalami banyak kerugian, baik untuk kepentingan pekerjaan hiburan maupun komunikasi keluarga, akibat ketiadaan sinyal telepon seluler di wilayahnya.

"Apalagi kalau lagi di luar terus ada keperluan sama orang rumah. Susah dihubunginya. Entah keperluan musibah atau kabar gembira seperti panggilan pekerjaan. Kalau enggak nyambung kan bisa hangus," ucapnya.

Selain orang tua, siswa yang tinggal di Kelurahan Cibendung juga tidak dapat mengikuti pelajaran secara daring dari sekolah selama pandemi Covid-19 mengingat ketiadaan sinyal tersebut.

"Dengan tidak adanya sinyal di sini, sebelum pandemi Covid-19 saja sudah menyusahkan, apalagi ketika pandemi yang semuanya serba menggunakan internet. Kami disini merasa tidak diperhatikan soal itu," keluhnya.

Ia pun berharap Pemerintah Kota Serang bersama perusahaan provider dapat segera membangun menara stasiun pemancar atau menara Base Transceiver Station (BTS) di Kelurahan Cibendung agar warga dapat merasakan fasilitas komunikasi seperti warga di wilayah lainnya.

"Kami selalu melihat iklan bahwa di Kota Serang sudah mendapatkan jaringan 4G, bahkan 4.5G. Tapi, di tempat kami, jangankan 4.5G, 3G saja sama sekali tidak bisa kami rasakan," tuturnya.

Diketahui, Kelurahan Cibendung baru berdiri pada 2017 dan merupakan pemekaran dari Kelurahan Cilowong, Kota Serang.

Jumlah penduduknya saat itu sebanyak 3.752 jiwa atau 906 KK.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved