Breaking News:

Virus Corona di Banten

Gubernur Banten Minta Hati-hati Lima Wilayah yang Melaksanakan Kegiatan Belajar di Sekolah

Untuk di wilayah Tangerang Raya yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, masih belum diizinkan karena masih berlaku PSBB

Tribunnews.com
Siswa menggunakan masker saat belajar di sekolah di Jakarta menyusul adanya penyebaran virus corona. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah pusat memberikan izin kepada 163 daerah yang berada di zona kuning kasus Covid-19 melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah, di antaranya di Baten.

Khusus di Provinsi Banten terdapat lima wilayah yang diperbolehkan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kelima wilayah itu adalah Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Untuk di wilayah Tangerang Raya yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, masih belum diizinkan karena masih berlaku PSBB yang diperpanjang hingga 14 hari kedepan.

Gubernur Banten Wahidin Halim langsung merespon dengan cepat atas diberikan izin untuk dilakukan pembelajaran secara tatap muka langsung oleh pemerintah pusat.

Ia pun mencemaskan kepada daerah-daerah yang ada untuk lebih berhati-hati jika menerapkan proses pembelajaran secara tatap muka langsung dimasa pandemi covid-19.

"Ini perlu hati-hati dalam menerapakannya, sampai sejauh mana jika sekolah dibuka. Jangan sampai dibuka tatap muka, terjadi peningkatan angka yang terpapar seperti di Cilegon dan Tegal," terang Wahidin, Minggu, (9/8/2020).

Tiga Siswa Positif Covid-9, Kegiatan Belajar di Sekolah di Cilegon Langsung Dihentikan

Wahidin meyakini pemerintah pusat mempunyai alasan kuat sehingga mengizinkan para siswa kembali belajar di sekolah kendati masih pandemi Covid-19.

Atas itu, maka stakeholder di lima daerah kabupaten/kota yang mendapat izin melaksanakan kegiatan belajar di sekolah harus mempersiapkan secara matang terkait protokol kesehatan pencegahan kasus Covid-19.

Wahidin memastikan akan ada pengecekan lebih komprehensif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ini.

"Artinya, jangan ketika pemerintah pusat memberikan diskresi ke daerah, tapi kita tidak hati-hati," tandasnya.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved