Breaking News:

Berjarak 30 Kilometer dari Ibu Kota, Siswa Sekolah Kesulitan Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh

Para siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Tangerang Selatan kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh

Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Lima pelajar asal Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, bersama orang tua mengadu ke LBH SIKAP Banten, Sumurpecung, Kota Serang, Rabu (12/8/2020). Mereka mengadukan nasibnya yang tak kunjung bersekolah sejak dua bulan mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) di SMAN 20 Tangerang. 

TRIBUNBANTEN. TANGSEL - Sebanyak 5 persen dari seluruh siswa SD dan SMP, negeri maupun swasta, di wilayah Tangerang Selatan, tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangerang Selatan (Tangsel), Taryono.

"Saya berkeliling ke sekolah-sekolah untuk mendeteksi berapa sih dalam pembelajaran secara online itu yang tidak bisa ikut online. Kira-kira 5%, karena absensi ketidakhadiran ketika online itu sekitar 5%. 5% itu semua dari SD dan SMP, negeri dan swasta," ujar Taryono di Serpong, Jumat (14/8/2020).

Perayaan HUT Republik Indonesia ke-75, Monumen Lengkong Sejarah Perjuangan Rakyat Tangerang Selatan

Selama pandemi Covid-19, siswa terpaksa tidak masuk sekolah dan menjalani PJJ.

Salah satu metode PJJ yang jamak digunakan adalah dengan memanfaatkan teknologi digital atau online.

Taryono menjelaskan, persentase 5 persen didapatnya dari absensi belajar online yang diterapkan sekolah.

Lima pelajar asal Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, bersama orang tua mengadu ke LBH SIKAP Banten, Sumurpecung, Kota Serang, Rabu (12/8/2020). 
Mereka mengadukan nasibnya yang tak kunjung bersekolah sejak dua bulan mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) di SMAN 20 Tangerang.
Lima pelajar asal Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, bersama orang tua mengadu ke LBH SIKAP Banten, Sumurpecung, Kota Serang, Rabu (12/8/2020). Mereka mengadukan nasibnya yang tak kunjung bersekolah sejak dua bulan mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) di SMAN 20 Tangerang. (Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Menurut dia, siswa yang berkendala belajar online itu karena tidak punya ponsel ataupun tidak mampu membeli paket internet.

"Mereka ada juga yang tidak punya internet, ada juga yang punya HP, tapi dibawa orang tuanya," ujar Taryono.

Untuk itu, dia menawarkan solusi home visit, atau kunjungan guru ke rumah siswa sebagai alternatif PJJ.

"Makanya saya bilang tidak perlu dipalsakan secara online, itu bisa secara offline dengan panduan pembelajaran atau juga dengan home visit," tutur Taryono.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sebanyak 5% Siswa di Tangsel Tidak Memiliki Ponsel dan Paket Internet untuk Belajar Online

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved