Breaking News:

Perayaan HUT Republik Indonesia ke-75, Monumen Lengkong Sejarah Perjuangan Rakyat Tangerang Selatan

Rumah dan Monumen Lengkong menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat di wilayah Tangerang Selatan untuk merebut kemerdekaan.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rumah dan Monumen Lengkong menjadi saksi bisu perjuangan para Tentara Republik Indonesia (TRI) mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di wilayah Tangsel. 

Saat sedang berunding di Rumah Lengkong, tiba-tiba letusan tembakan pecah.

Tentara Jepang yang berada di markasnya langsung siap senjata dan TRI tidak dalam posisi menguntungkan.

Panik, pasukan Nipon langsung menyerang puluhan tentara republik yang masih muda belia itu.

"Ketika hampir perundingan berhasil tiba-tiba ada letusan senjata yang entah itu dilakukan oleh siapa, karena dicurigai tentara republik menyerang, maka kemudian semua yang mengikuti prosesi penyerahan senjata ini ya dibunuh sama Jepang, termasuk Mayor Daan Mogot yang di dalam melakukan perundingan," ujar Benyamin Davnie.

Betapapun peristiwa berdarah itu menggugurkan para pejuang calon jenderal TRI, Benyamin Davnie melihatnya sebagai aksi heroik.

Upaya kedaulatan dan lepas dari penjajah itu merupakan bagian dari kemerdekaan yang bisa dinikmati sekarang ini.

"Para taruna ini adalah anak muda, umur 19 20 21 tahun. Anak muda yang dididik untuk menjadi tentara Indonesia," tutur Benyamin Davnie

Selain Mayor Daan Mogot, Benyamin Davnie menyoroti Letnan I Soebijanto Djojohadikusumo, paman dari Menteri Pertahanan yang saat ini menjabat Prabowo Subianto, yang juga gugur pada peristiwa itu.

Saat ini, Rumah Lengkong tengah dipugar, beberapa bagian yang kropos dibenahi agar tetap kuat berdiri.

Bangunan yang tercatat pada aset Tangsel itu dipastikan tidak akan berubah secara bentuk.

Halaman
123
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved