Breaking News:

Perayaan HUT Republik Indonesia ke-75, Monumen Lengkong Sejarah Perjuangan Rakyat Tangerang Selatan

Rumah dan Monumen Lengkong menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat di wilayah Tangerang Selatan untuk merebut kemerdekaan.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rumah dan Monumen Lengkong menjadi saksi bisu perjuangan para Tentara Republik Indonesia (TRI) mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di wilayah Tangsel. 

Arsitektur bangunan yang khas dengan empat tiang kokoh di pelataran, tetap dipertahankan.

"Ya bangunan aslinya tidak dirubah, yang kami rubah hanya bangunan bagian-bagian yang sudah rusak parah, seperti plafon, kusen, dan kuda-kuda," kata Benyamin Davnie.

Bahkan, lantai rumah yang terdapat bercak darah Mayor Daan Mogot, tetap dipertahankan.

Pada proses pemugaran, lantai dilapisi plastik agar kondisi lantai tetap baik.

"Yang tidak dirubah adalah bangunan asli, seperti jendela, struktur bangunan semua sama terutama lantai di mana lantai, Pak Daan Mogot itu dulu tumpah di situ. Itu tidak kami ubah tidak kami ganggu, tidak kami bersihkan bahkan tidak kami, sekarang kita tutup dengan plastik, kami ingin mempertahankan itu," tambah Benyamin Davnie.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sejarah Peristiwa Berdarah Lengkong, Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI di Tangsel,

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved