Breaking News:

Analisa Hakim Kasus Jessica 'Kopi Sianida' Soal Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020

Binsar M. Gultom, hakim yang terkenal namanya saat menyidangkan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin bicara soal PERMA Nomor 1 Tahun 2020

Warta Kota/Alex Suban
Hakim Binsar Gultom 

IMPLEMENTASI PEDOMAN PENJATUHAN PUTUSAN OLEH HAKIM

Dr. Binsar M. Gultom, SH, SE, MH

Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Banten dan Dosen Pascasarjana Universitas Esa Unggul Jakarta HP 081368687658, Email: drbinsarmgultom@gmail.com

Dua hal pokok yang krusial ketika hakim hendak menjatuhkan pidana terhadap terdakwa yang pertama ialah, “bagaimana rencana yang cermat seorang hakim yang progresif untuk menggali dan mengungkap fakta materiel di persidangan hingga perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah”.

Dan yang kedua ialah “seberapa berat-ringannya putusan yang dijatuhkan hakim atas kesalahan terdakwa”.

Rencana yang cermat atau strategi seorang hakim jika tidak ada satupun alat bukti primer (saksi mata) yang melihat langsung peristiwa pidana, maka hakim tidak boleh begitu saja membebaskan terdakwa dari dakwaan jaksa penuntut umum.

Tetapi, hakim harus mampu menggali dan mengungkap dari berbagai alat bukti dan barang bukti yang relevan dengan peristiwa pidana di persidangan (vide PAsal 184 ayat 1 dan Pasal 39 ayat 1 KUHAP).

Dari rangkaian penggalian fakta hukum tersebut, terkadang terdakwa berdalih bukan dirinya sendiri sebagai pelaku, dan hakim tentunya tidak boleh begitu saja percaya dengan pengakuan tersebut, karena kualitas nilai pembuktian keterangan terdakwa lebih rendah dari alat bukti lain seperti keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk.

Menurut Pasal 189 ayat 3 KUHAP keterangan terdakwa hanya berlaku bagi dirinya sendiri.

Oleh sebab itu terdakwa terkadang tidak mengakui menjawab bukan dirinya sebagai pelaku dari peristiwa pidana.

Akan tetapi hakim harus mampu mengelaborasi pengakuan itu secara komprehensif dan merelevansikannya dengan alat-alat bukti dan barang bukti yang ada (vide Pasal 189 ayat 4 KUHAP).

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved