Breaking News:

Kasus Penganiayaan

Penyandang Disabilitas Dikeroyok Massa, Apa Penyebabnya? Polisi Belum Tangkap Para Pelaku

Tak dinyana, Romi mendapati anaknya sudah dalam kondisi babak belur setiba di Desa Sukajaya.

Net
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kasus penganiayaan salah sasaran kembali terjadi.

Namun, nahasnya justru yang menjadi korban adalah penyandang disabilitas.

Anta (20), penyadang disabilitas asal Kabupaten Serang, mengalami luka-luka setelah dikeroyok massa di Desa Sukajaya, Kabupaten Pandeglang, pada 25 Maret lalu.

Korban dianiaya oleh para pelaku karena dikira sebagai maling. Namun, para pelaku tidak dapat membuktikannya.

Dan hingga kini polisi belum bisa menangkap para pelaku.

Ayahanda korban, Romi Gusmadona menceritakan kejadian tersebut saat ditemui di kediamannya di Kampung Sanding, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Rabu (19/8/2020).

Ia menceritakan, pada 25 Maret lalu sekitar pukul 18.00 WIB, anaknya yang merupakan penyandang disabilitas dengan kategori down syndrome pergi meninggalkan rumah tanpa diketahuinya.

Romi mengaku saat itu sudah tidak mempunyai firasat buruk apapun karena anaknya kerap keluar rumah meski berkebutuhan khusus.

"Anak saya meskipun Down Syndrome itu tetap bisa bermain keluar. Dia juga bisa untuk beli jajanan sendiri tanpa ditemani. Jadi kami tidak berfikiran macam-macam ketika anak saya keluar rumah, kiranya dia ingin bermain saja atau ke warung tetangga," ujarnya.

Anta (20), penyandang disalibilitas dikeroyok massa karena dituduh maling di Desa Sukajaya, Kabupaten Pandeglang, pada 25 Maret 2020. Hingga kini polisi belum menangkap para pelaku.
Anta (20), penyandang disalibilitas dikeroyok massa karena dituduh maling di Desa Sukajaya, Kabupaten Pandeglang, pada 25 Maret 2020. Hingga kini polisi belum menangkap para pelaku. (Dok pribadi/Romi Gusmadona)

Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, seorang warga mengabarkannya bahwa anaknya ada di sekitar Desa Cikentrung yang lokasinya sekitar 3 kilometer dari tempatnya tinggal.

Halaman
123
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved