Breaking News:

Polisi Simpulkan Penyandang Disabilitas Korban Pengeroyokan di Pandeglang Alami Gangguan Jiwa

"Anta (korban) itu tepatnya gangguan jiwa ya, bukan disabilitas. Kami sudah periksa dan bawa ke psikiater. Hasilnya itu gangguan jiwa berat."

Polisi Simpulkan Penyandang Disabilitas Korban Pengeroyokan di Pandeglang Alami Gangguan Jiwa
Dok pribadi/Romi Gusmadona
Anta (20), penyandang disalibilitas dikeroyok massa karena dituduh maling di Desa Sukajaya, Kabupaten Pandeglang, pada 25 Maret 2020. Hingga kini polisi belum menangkap para pelaku.

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Hampir lima bulan berlalu, Polsek Cadasari belum dapat menetapkan tersangka dan menangkap para pelaku pengeroyokan salah sasaran yang menimpa penyandang disabilitas bernama Anta (20) di Desa Sukajaya Kabupaten Pandeglang.

Terkini, hasil penyelidikan sementara polisi setempat menyimpulkan Anta selaku korban mengalami gangguan jiwa sehingga sulit meminta keterangan terhadap korban.

"Anta (korban) itu tepatnya gangguan jiwa ya, bukan disabilitas. Kami sudah periksa dan bawa ke psikiater. Hasilnya itu gangguan jiwa berat," kata Kanit Reskrim Polsek Cadasari Aiptu Aap saat dihubungi, Kamis (20/8/2020).

Ia menjelaskan pihaknya telah tiga melakukan gelar perkara. Namun, belum ada titik terang mengenai pihak yang dapat ditetapkan sebagai tersangka.

Perkembangan penanganan kasus tersebut juga diinformasikan Polsek Cadasari dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada keluarga korban selaku pelapor.

Aap menjelaskan panjang lebar mengenai kesulitan teknis pengungkapan kasus ini.
Di antaranya karena kasus ini melibatkan individu dan sekelompok orang, bukan antar-individu.

"Kalau antar-kampung itu biasanya lebih mudah untuk diungkap karena dapat dimintai keterangan. Sedangkan kasus Anta itu berbeda dari yang biasanya," kata dia.

Bahkan, menurut dirinya kasus Anta ini sangat menghabiskan waktu dan tenaga dirinya karena dilakukan secara ektra.

"Sampai jam 11 malam, bahkan saya pernah memeriksa orang 1X24 jam karena untuk mencari duduk permasalahan dan ingin mengetahui kejadian sebenarnya," ujarnya.

Siap-siap! Wilayah Banten akan Diterapkan Wajib Masker, Warga Bandel Dikenakan Sanksi

Jengkel Perwal Disabilitas Belum Juga Jadi, Wali Kota Serang Bakal Tegur Dinsos

Ilustrasi penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Net)

Aap meyakinkan masih terus berusaha menyelidiki kasus ini.

Halaman
123
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved