Breaking News:

Virus Corona di Banten

Paksakan Kegiatan Belajar di Sekolah, Belasan Guru dan Dosen Reaktif Covid-19

Koordinator RLC kota Tangerang Selatan, Suhara Manullang, mengatakan belasan guru dan seorang dosen dinyatakan reaktif Covid-19.

Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMPN 11 Kota Serang, Banten, pada Selasa (18/8/2020). 

TRIBUNBANTEN, TANGSEL - Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangerang Selatan (Tangsel) mengumumkan hasil rapid test coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang dijalani guru dan dosen di wilayah Tangsel.

Koordinator RLC kota Tangerang Selatan, Suhara Manullang, mengatakan belasan guru dan seorang dosen dinyatakan reaktif Covid-19.

Menurut dia, mereka yang dinyatakan reaktif Covid-19 itu karena memaksakan kegiatan belajar mengajar di sekolah

Untuk sementara, mereka akan dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangsel.

"Kemarin masuk itu lima, terus masuk lagi 10. Dari satu sekolah itu. Belasan lah, di atas 10. Kalau dosen itu satu orang," ujar Suhara Manullang saat dikonfirmasi Minggu (23/8/2020).

Positif Covid-19, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin Meninggal Dunia

Sempat Terpapar Covid-19, Terapkan Aturan dan Penerapan Protokol Kesehatan, Hasilnya Zona Hijau

Suhara menyebutnya sebagai klaster pendidikan para guru itu terdeteksi Covid-19 karena tetap masuk sekolah, meskipun siswanya belajar online dari rumah.

Kendati sudah menerapkan protokol kesehatan, potensi saling menularkan pasti ada, terlebih berada di lingkungan yang sama.

"Karena guru tetap masuk sekolah dan berinteraksi. Ya berartikan berinteraksi itu begini. Seiring idealnya protokol, kelalaian itu kekhilafan itu akan selalu ada," ujarnya.

Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Tangsel itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan dengan sejumlah kelonggaran, memiliki risiko membesarnya potensi penularan.

Terlebih bagi instansi yang memang tidak menerapkan kerja di rumah demi pelayanan.

"Sudah konsekuensi, semua berpotensi tertular. Di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel sudah mewakili loh, pemuka agama ada, pejabat ada, anggota TNI ada," ujarnya.

Ditetapkan Sebagai Tersangka,Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Minta Lurah Saidun Tetap Bekerja

Keponakan Prabowo Minta Pelanggan Karaoke Esek-esek Ditahan, Rumahaben Sindir Moto Tangsel Religius

Suhara mengatakan, munculnya klaster pendidikan di sekolah merupakan peringatan bagi Dinas Pendidikan maupun pihak sekolah untuk memikirkan kembali agar tidak ada lagi guru yang terjangkit virus ganas itu.

"Ya saya kira ini menjadj perhatian untuk sekolah-sekolah nanti ya," ujarnya.

 Penulis: Jaisy Rahman Tohir

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Klaster Pendidikan di Tangsel, Belasan Guru Dikarantina di Rumah,

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved