Breaking News:

Pemerintah Janji Penyaluran Bantuan Subsidi Upah, Rencananya Diberikan Hari Ini, Apakah Terealisasi?

Pemerintah Negara Republik Indonesia berencana menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) kepada 15,7 juta pekerja, pada 25 Agustus 2020 ini

(Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan)
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kepada Organisasi Buruh Internasional (ILO) memaparkan langkah-langkah pemerintah menekan jumlah pengangguran selama pandemi Covid-19 secara virtual, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNBANTEN, JAKARTA – Pemerintah Negara Republik Indonesia berencana menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) kepada 15,7 juta pekerja, pada 25 Agustus 2020 ini.  

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan pemerintah masih harus mengecek data yang telah diserahkan kepada BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Sehingga, pemerintah menunda pencairan bantuan tersebut.

"Kalau di juknisnya (petunjuk teknis) waktu paling lambat empat hari untuk melakukan check list. Jadi 2,5 juta (pekerja batch pertama ) kami mohon maaf, butuh kehati-hatian untuk menyesuaikan data yang ada," ujar Ida di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Menteri Desa PDTT Ungkap Hasil Sidak ke Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang

Meski demikian, Menaker memastikan bahwa penyaluran subsidi gaji karyawan untuk tahap pertama sebanyak 2,5 juta pekerja bakal disalurkan pada Agustus ini.

"Kami butuh waktu, 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit. Kami memang menargetkan bisa dilakukan transfer itu dimulai dari akhir bulan Agustus ini," kata dia.

Adapun total nomor rekening pekerja yang telah melaporkan kepada BP Jamsostek hingga hari ini tercatat 13,7 juta. Masih tersisa 2 juta rekening lagi yang masih dalam proses.

Panduan Mendaftar Nikah Secara Online di Kementerian Agama saat Pandemi Covid-19

"Calon penerima subsidi gaji atau upah dari BPJS Ketenagakerjaan tadi Pak Dirut (BP Jamsostek) menyampaikan rekening yang sudah masuk 13,7 juta. Masih ada dua juta lagi yang masih dalam proses. Karena datanya itu masih membutuhkan validasi data dari BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya.

"Maka, kami tadi menerima untuk batch pertama 2,5 juta. Nah, dari 2,5 juta ini, kami akan melakukan check list untuk mengecek kesesuaian data yang ada," tambah dia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa pegawai honorer termasuk kelompok yang akan mendapatkan subsidi gaji sebesar Rp 2,4 juta.

Halaman
12
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved