Breaking News:

Khawatir Dipolitisasi, Kejati Banten Tunda Penanganan Perkara Kasus Dugaan Korupsi di Pemkab Serang

Pihak Kejaksaan Tinggi Banten menunda tahapan pemeriksaan terhadap kasus kalender dan ambulans di lingkungan Pemkab Serang pada tahun 2018.

Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Rudi Prabowo Aji memberiukan keterangan pers tentang kasus dugaan korupsi di Kantor Kejati Banten, Selasa (21/7/2020). Kasus tersebut yakni dugaan korupsi di Bjb konvesional Cabang Tangerang, Bjb Syariah cabang Tangerang dan BTN Cabang Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pihak Kejaksaan Tinggi Banten menunda tahapan pemeriksaan terhadap kasus kalender dan ambulans di lingkungan Pemkab Serang pada tahun 2018.

Kasi Penkum Kejati Banten, Ivan Siahaan mengatakan jika proses terkait laporan adanya dugaan korupsi kalender dan ambulans yang menyeret oknum di Pemkab Serang ditunda, karena alasan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

"Kami tunda karena proses Pilkada, biar tidak ada di politisasi nantinya," tuturnya, saat ditemui di Kantor Kejati Banten, Serang, Kamis (3/9/2020).

Kasus Korupsi Ambulans dan Kalender Pemkab Serang, Kejati Banten Panggil Tiga OPD dan Percetakan

Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi di Tiga Bank Ternama

Menurutnya Kejati mengikuti instruksi dari pemerintah yang telah mengeluarkan surat edaran tentang penundaan sementara kasus-kasus yang ada dalam tahap pemeriksaan.

"Yang tidak kita inginkan nantinya kasus ini dijadikan sebagai alat menyerang salah satu Bacalon tertentu," tegasnya.

Ivan menerangkan jika pihaknya telah mendapatkan data dan keterangan dari para 6 orang saksi yang telah dipanggil oleh Kejati Banten.

Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi Pengadaan 100 Ambulans dan Kalender Pemkab Serang

Sebelumnya Kejati Banten telah memanggil 6 orang untuk dapat melengkapi berkas dugaan laporan adanya penyelewengan anggaran yang melibatkan beberapa orang dilingkungan Pemkab Serang.

Dari ke 6 orang itu ialah pihak percetakan, pihak penerima dan pihak pemberi kepada pihak percetakan. Diduga kuat kerugian negara yang ditimbulkan sekitar 2 miliyar lebih.

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved