Breaking News:

Belum 1 Tahun Bebas dari Penjara, Pria Ini Kembali Berurusan dengan Polisi karena Jual Obat Keras

Seorang pria berinisial DM alias Donal (34), warga Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, kembali berurusan dengan kepolisian.

istimewa
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengumumkan pengungkapan kasus pengedaran obat-obatan terlarang, di Mapolresta Tangerang, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNBANTEN, TANGERANG - Seorang pria berinisial DM alias Donal (34), warga Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, kembali berurusan dengan kepolisian.

Hal ini, karena Donal menjual obat daftar G yakni obat jenis tramadol dan dextro tanpa izin.

Aktivitas jual obat itu dilakukan beberapa bulan setelah dia bebas dari penjara, karena mengikuti program asimilasi dari pihak Kementerian Hukum dan HAM.

Pemeriksaan Kesehatan Bacalon Kepala Daerah Tangsel di RSUD Kabupaten Tangerang, Berikut Tahapannya

Jalan Tol Kohod, Hubungkan Kabupaten Tangerang dengan Bandara Soekarno Hatta

Donal merupakan terpidana kasus pencurian dengan kekerasan yang dilakukannya pada tahun 2018.

“Tersangka Donal justru malah kembali melakukan tindak pidana dengan menjual obat keras secara ilegal,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, ditemui di Mapolresta Tangerang, Selasa (8/9/2020).

Dia menjelaskan, tertangkapnya Donal berawal dari informasi yang disampaikan warga.

Informasi itu kemudian didalami sehingga polisi berhasil meringkus Donal di rumahnya.

Pada saat ditangkap, Donal tidak melakukan perlawanan.

Polisi menemukan ribuan butir obat keras yang dijual Donal secara ilegal.

Dari hasil penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti berupa 6634 butir obat dextro yang sudah dikemas siap edar.

Seorang pria berinisial DM alias Donal (34), warga Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, kembali berurusan dengan kepolisian. Hal ini, karena Donal menjual obat daftar G yakni obat jenis tramadol dan dextro tanpa izin.
Seorang pria berinisial DM alias Donal (34), warga Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, kembali berurusan dengan kepolisian. Hal ini, karena Donal menjual obat daftar G yakni obat jenis tramadol dan dextro tanpa izin. (istimewa)

Polisi juga menemukan 60 butir obat keras jenis tramadol.

“Tersangka menjual obat itu dengan sasaran konsumen para remaja,” kata Ade.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 196 dan 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Polisi Gerebek Toko di Kabupaten Tangerang, Lokasi Favorit Anak Muda

Langgar Aturan PSBB Tiga Panti Pijat di Kabupaten Tangerang Disegel

Saat ini tersangka mendekam di sel Polresta Tangerang guna kepentingan penyelidikan.

Kasus itu sendiri masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal.

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved