Breaking News:

Virus Corona di Banten

Kekurangan Dokter Spesialis Paru, Banten Hanya Miliki 49 Orang yang Tangani 3.264 Pasien

Dokter spesialis paru berada di garda terdepan penanggulangan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Tribunnews.com
Pasien Covid-19 

TRIBUNBANTEN, JAKARTA - Dokter spesialis paru berada di garda terdepan penanggulangan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Namun, jumlah dokter spesialis paru yang tersebar di seluruh Indonesia tidak sebanding dengan pasien terinfeksi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) Erlina Burhan.

"Dokter paru ini jumlahnya sedikit, tidak cukup untuk mengatasi kasus Covid-19 yang angkanya terus meningkat," kata dia, pada Selasa (8/9/2020).

Wakil Wali Kota Cilegon Sangkal Disebut Positif Covid-19, Punya Bukti Pemeriksaan dari Rumah Sakit

Wisata ke Pantai Putih Anyer, Jangan Takut Terpapar Covid-19, Berikut Panduan Liburan

Dia menjelaskan, dokter spesialis paru bertugas di rumah sakit swasta maupun di sektor pemerintahan.

Menurut dia, jumlah pasien Covid-19 yang tidak terkendali, membuat petugas medis kelelahan.

"Jadi ini pekerjaan kami kian berat. Saat pandemi Covid ini peran dokter paru penting," terang perempuan berhijab ini.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto menjelaskan, idealnya, Indonesia yang jumlah penduduk lebih dari 250 juta orang memilik 2.500 dokter spesialis paru.

Kini, baru tersedia 1.106 dokter yang sebarannya mayoritas di kota-kota besar.

Untuk itu, dia meminta dukungan pemerintah supaya dokter spesialis paru bisa berada di tengah-tengah masyarakat untuk menangani pandemi yang akan datang.

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved